Tingkatkan Kompetensi, Jokowi Harapkan Para Santri Belajar di BLK

211

Jakarta, Muslim Obsession – Banyak lulusan sekolah saat ini yang tidak terserap dunia usaha dan industri. Bukan karena kualitas pendidikannya, tapi karena keterampilannya yang kurang relevan dengan kebutuhan industri.

Sementara di sisi lain, dunia usaha juga kesulitan suplai tenaga kerja dengan kualifikasi kompetensi yang dibutuhkan akibat minimnya pelatihan.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut hal tersebut yang membuat hampir semua negara berusaha membangun pendidikan kejuruan untuk mengasah keterampilan calon-calon tenaga kerjanya.

“Ini juga menjadi tantangan bagi Indonesia. Kita pun membangun balai-balai latihan kerja komunitas. Kemarin di Kendal, misalnya, saya meresmikan berdirinya BLK Komunitas di Pondok Pesantren Al-Fadllu 2,” kata Jokowi di akun Facebooknya, Selasa (31/12/2019).

Pendirian BLK itu salah satu ikhtiar pemerintah untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia (SDM) di lingkungan pondok pesantren.

Jokowi mengungkapkan pemerintah telah membangun sebanyak 50 Balai Latihan Kerja (BLK) Komunitas pada 2017, 75 BLK di 2018, di 2019 jadi 980-an. Tahun 2020 Insya Allah akan dibangun sampai 2.000 BLK Komunitas lagi.

“Saya berharap agar para santri dapat memanfaatkannya untuk meningkatkan kompetensi dan keterampilan dengan baik,” ujar Jokowi.

Sebelumnya Presiden Jokowi mengatakan, sekarang ini kompetisi antar negara itu begitu sangat ketatnya. Adu ekonomi, adu pinter-pinteran antara manusia-manusia yang ada di negara itu semunya berkompetisi.

“Begitu sebuah negara kalah ekonominya kalah SDM (Sumber Daya Manusia)-nya, sudah, ditinggal oleh negara lain,” kata Presiden Jokowi saat memberikan sambutan pada Peresmian Balai Latihan Kerja (BLK) Komunitas Se-Indonesia di Pondok Pesantren Al-Fadllu 2 Kendal, Jawa Tengah, Senin (30/12) siang.

Jokowi menegaskan, pemerintah tidak mau Indonesia ditinggal oleh negara lain. Ia menyebutkan, di tengah ekonomi dunia sekarang ini yang bergejolak tidak pasti, banyak negara yang sudah masuk ke krisis, menuju ke krisis ke resesi, ekonomi Indonesia tetap baik dan stabil dan pertumbuhan masih di atas 5%.

“Ini alhamdulillah patut kita syukuri, karena ada negara yang pertumbuhan ekonominya 7 anjlok jadi -1,5 ada yang 4 anjlok jadi 0,5 ada yang 10 anjlok jadi 6. Sehingga sekali lagi patut kita syukuri. Jangan kita kufur nikmat,” tandasnya.

Terkait masalah sumber daya manusia, Jokowi mengatakan, semua negara sekarang tengah bersaing di wilayah ini. Saat ini menurutnya tak ada lagibpertanyaan soal ijazah, melainkan adu ketrampilan, skill, dan kompetensi.

“Inilah sekarang yang hampir semua negara mengasah skill, mengasah ketrampilan, kejuruan diangkat,” ujarnya.

Karena itu jika di Indonesia banyak yang tidak tersambung, seperti bank dan lembaga keuangan, maka menurutnya perlu teknisi coding, teknisi programming. Hanya saja supply-nya jarang, karena pelatihan di situ sangat minim sekali.

“Maka saya berharap, yang namanya BLK Komunitas ini semoga nantinya bisa menyambungkan,” tutup Jokowi. (arh)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here