Tingkatkan Ekonomi Syariah, Kiai Ma’ruf Ajak Pesantren Jadi Motor Penggerak

411
Rais 'Aam PBNU Ma'ruf Amin memberikan keterangan pers di gedung PBNU, Jakarta, Kamis (9/8). Ma'ruf Amin dipilih sebagai calon wakil presiden pendamping Joko Widodo dalam Pemilihan Presidan dan Wakil Presiden 2019. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/kye/18

Brebes, Muslim Obsession – Calon Wakil Presiden KH. Ma’ruf Amin meminta agar pesantren menjadi motor penggerak ekonomi syariah di Indonesia. Saat ini, menurutnya, ekonomi syariah sudah menjadi sistem ekonomi nasional.

Hal itu terlihat dengan munculnya perbankan syariah dan komite nasional keuangan syariah (KNKS) yang diketuai Presiden Joko Widodo. Kiai Ma’ruf juga mengatakan, pesantren mendalami konsep-konsep ekonomi syariah melalui pengajian kitab fiqih klasik.

“Karena itu, saya berharap pesantren mampu mendalami dan mengontekstualisasi konsep-konsep itu dalam perekonomian kontemporer,” kata Kiai Ma’ruf pada acara ‘Halaqah Enterpreneur Kemandirian Ekonomi Pesantren dan Haul Ke-7 KH. Masruri Abd Mughni’ di Ponpes Al Hikmah Bendo Kabupaten Brebes, Selasa (11/9/2018).

Pada acara tersebut, Kiai Ma’ruf juga mengajak para santri berani dan percaya diri untuk bergerak di berbagai sektor kehidupan.

Kiai Ma’ruf menjelaskan bahwa dirinya membawa konsep arus baru ekonomi Indonesia sebagai antitesis dari ekonomi neoliberal yang terbukti justru membuat kesenjangan semakin lebar antara yang kaya dengan miskin.

“Arus baru ekonomi Indonesia ini diimplementasikan dengan kemitraan antara pelaku ekonomi kecil dan pebisnis besar,” ungkapnya.

Ia mengtatakan pelaku ekonomi kecil dan pesantren menjadi supplier dari kebutuhan produksi pebisnis besar.

Gerakan arus baru ekonomi Indonesia ini, kata dia, didukung sepenuhnya oleh Pemerintah melalui program retribusi aset di mana pesantren mendapatkan hak kelola tanah negara yang tidak terpakai. (Bal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here