Tiga Menteri Bahas Pelaksanaan Haji di Makkah

408
Tiga Menteri - Haji
Menko PMK Puan Maharani, Menag Lukman Hakim, dan Menkes Nila Moeloek menggelar rakor persiapan penyelenggaraan ibadah haji di Makkah, Senin (23/4/2018). (Foto: Kemenag)

Makkah, Muslim Obsession – Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani bersama Menteri Agama Lukman Hakim dan Menkes Nila Moeloek menggelar rakor persiapan penyelenggaraan ibadah haji di Makkah, Senin (23/4/2018).

Seperti dilansir Kemenag, Selasa (24/4/2018), rakor digelar usai melakukan peninjauan progres persiapan penyelenggaraan ibadah haji di Madinah dan Makkah. Tampak hadir juga, Dubes RI untuk Saudi Agus Maftuh Abegebriel, Konsul Jenderal RI di Jeddah Mohamad Hery Saripudin, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Nizar Ali, Staf Teknis Haji (STH) I Ahmad Dumyathi Bashori serta (STH) II Amin Handoyo Mufid. Rakor berlangsung di Hotel Grand Al Asheel Aziziah Makkah.

Menko PMK Puan menyampaikan bahwa kehadirannya di Saudi untuk memastikan kesiapan penyelenggaraan ibadah haji. Menurutnya penyelenggaraan tahun ini harus lebih baik.

Untuk itu, Puan minta koordinasi lintas Kementerian/Lembaga harus ditingkatkan. Koordinasi penting dalam rangka mencar solusi bersama untuk permasalahan yang dihadapi dalam penyelenggaraan ibadah haji.

Sebelumnya, Menag Lukman Hakim Saifuddin menjelaskan tentang perkembangan persiapan haji di Arab Saudi, baik terkait akomodasi, konsumsi, dan transportasi. Menurut Menag, akomodasi jamaah haji Indonesia mengacu pada standar kualitas, wilayah, jarak, administrasi dan harga. Hotel jamaah juga memiliki kemudahan akses transportasi shalawat menuju Masjidil Haram dan distribusi katering.

Untuk peningkatan pelayanan konsumsi, lanjut Menag, ada empat poin yang menjadi perhatian tim, yaitu pertama, penggunaan bumbu, kecap, saos, teh dan kopi produk Indonesia. Kedua, mensyaratkan juru masak Indonesia yang mempunyai kompetensi/ bersertifikasi di bidang katering. Ketiga, penyempurnaan dan penyesuaian menu konsumsi di Madinah dan Makkah. Keempat, rencana training juru masak perusahaan katering yang dikontrak.

Sementara itu, Menteri Kesehatan Nila Moeloek memaparkan perkembangan persiapan klinik kesehatan haji Indonesia (KKHI) di Makkah dan Madinah. Penyiapan itu antara lain terkait sarana evakuasi ambulans sebanyak 29 unit (15 sewa), katering bagi jamaah haji sakit yang dirawat di KKHI di Makkah dan Madinah (tahun lalu sekitar 4000 jamaah haji sakit). Katering dimaksud berupa tiga kali makan sehari, plus buah dan snack selama operasional haji.

Selain itu, dilakukan juga penyiapan alat pelindung diri (apd) bagi 204.000 jamaah haji, berupa masker, kacamata, payung, water spray, dan sandal. Juga penyediaan tenaga kebersihan KKHI dan tenaga pendukung kesehatan (TPK), penambahan fasilitas dan alat kesehatan, baik di KKHI Makkah, Jeddah, dan Madinah. (Fath)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here