Tiga Masjid di Jerman Kembali Diserang

790
Masjid di Nuremberg, Jerman
Masjid di Nuremberg, Jerman. (Foto: Deutsche Welle)

Cologne, Muslim Obsession – Penyerangan terhadap komunitas Muslim di Jerman, kembali terjadi. Kemarin, Ahad (25/3/2018), pada hari yang bersamaan tiga masjid diserang.

Dilansir Anadolu Agency, Senin (26/3/2018), insiden pertama terjadi pada sebuah masjid di pusat Kota Tassel, dimana bom molotov diarahkan pada masjid tersebut pada pukul 4.30 dini hari waktu setempat.

Meski tak menimbulkan korban jiwa, namun masjid yang dikelola Uni Turki Eropa (ATB) itu mengalami kerusakan kecil. Akibat serangan itu, beberapa jendela Masjid Yunus Emre rusak. Sementara sebagian kerangka masjid terbakar dan dinding bangunan rusak.

ATB merupakan salah satu asosiasi Muslim-Turki terbesar di Jerman. Dalam sebuah rekaman keamanan, tampak empat penyerang terlibat dalam serangan itu.

Pengelola masjid, Mustafa Koc, berharap polisi menangkap semua pelaku penyerangan. Serangan semacam itu, menurutnya, membuat kekhawatiran mereka semakin meningkat. “Kami berharap pihak berwenang segera bertindak memecahkan masalah ini. Kami menyerukan seluruh komunitas Turki untuk tetap berhati-hati,” kata Koc.

Di tempat terpisah, dua insiden terjadi pada dua masjid di Kota Herne dan Kota Amberg. Kedua masjid dikelola oleh Persatuan Islam Turki untuk Urusan Agama (DITIB).

Insiden yang terjadi di Masjid Wanne Eickel Haci Bayram, melibatkan sejumlah orang. Para penyerang menggambar salib di pintu depan dan menulis pesan yang memuji pemimpin Nazi, Adolf Hitler. Mereka juga menulis pesan-pesan politik yang mendukung kelompok teroris YPG/PKK melalui cat yang disemprotkan di Masjid Ulu.

Setidaknya telah terjadi 40 serangan semacam itu sejak awal tahun ini di Jerman. Kelompok PYD/PKK dan organisasi sayap kiri mengklaim bertanggung jawab atas lebih dari dua lusin serangan sejak peluncuran Operasi Olive Branch yang dipimpin militer Turki di wilayah barat laut Suriah, Afrin, untuk melawan teroris YPG/PKK-Daesh.

Serangan itu menargetkan masjid, asosiasi dan toko Turki di berbagai kota, termasuk Berlin, Frankfurt, Hamburg, dan Aachen. Namun, polisi Jerman telah gagal menangkap pelaku penyerang di sebagian besar insiden.

Jerman telah melarang PKK sejak 1993. Namun, mereka tetap aktif, dengan hampir 14.000 pengikut di negara ini. Ankara sendiri telah lama mengkritik Berlin karena tidak mengambil langkah-langkah serius terhadap PKK, yang menggunakan negara itu sebagai platform untuk kegiatan penggalangan dana, rekrutmen, dan propaganda mereka.

Terdapat sekitar tiga juta komunitas Turki di Jerman. Mereka merupakan generasi kedua dan generasi ketiga warga negara Jerman yang kakek-neneknya berasal dari Turki dan pindah ke negara itu pada 1960-an. (Fath)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here