Tiga Masjid Berusia Ratusan Tahun di Bangkok

237
Thailand (Foto: yorkerindia.com)

Jakarta, Muslim Obsession – Thailand dikenal dengan mayoritas masyarakatnya yang memeluk agama Buddha, sehingga otomatis di sana hampir di seluruh penjuru terdapat banyak kuil sebagai tempat beribadah. Namun, siapa sangka di Bangkok, ternyata banyak berdiri masjid.

Bukan hanya itu, di antara masjid-masjid tersebut, terdapat masjid yang sudah berusia ratusan tahun. Berdirinya masjid yang berumur ratusan tahun ini jelas membuktikan bahwa Islam sudah berkembang di Bangkok sejak ratusan tahun lalu.

Kini, perkembangan Islam makin menggembirakan. Berbagai komunitas Muslim tumbuh subur di Bangkok. Keberadaan masjid-masjid tua tersebut menambah semarak syiar Islam di Bangkok.  Setiap hari, berduyun-duyun kaum Muslimin menunaikan ibadah di sana. Begitu penting dan strategisnya keberadaan masjid-masjid tersebut.

Apa saja sih masjid yang sudah berdiri ratusan tahun di Bangkok? Yuk kita simak.

Masjid Tonson

Masjid ini dibangun sebelum pemerintahan Raja Song Tham pada awal abad ke-17, yaitu pada masa Ayutthaya. Renovasi terakhir masjid ini dilakukan pada 1954 untuk mempertahankan keaslian arsitekturnya. Di halaman masjid itu juga terdapat beberapa makam pemuka agama Islam di Thailand.

Dan yang paling terlihat mencolok di bagian dalam Masjid Tonson ini adalah mihrab dan mimbarnya yang terlihat lebih mewah dan megah dibandingkan unsur bangunan lain. Mimbar idah, yang disebut mimbun ini memiliki gambar besar kaligrafi Arab, gambar Ka’bah dan masjid di Mekkah. Tampilan mimbar dan mihrab ini terlihat megah ketika cahaya lampu warna biru dinyalakan.

Masjid ini terletak di posisi N13.73993 E100.48881 Arun Ammarin Road, Anuthin Sawat Bridge, Wan Arun, Bangkok.

Masjid Haroon

Masjid Haroon cukup besar. Menurut cerita, masjid ini dibangun pada abad ke-19 oleh pemuka agama Islam keturunan Arab yang berasal dari Indonesia. Dinamakan Masjid Haroon sesuai dengan nama pendirinya, yaitu Haroon Bafadel. Yang menarik dari masjid ini adalah banyaknya ukiran ayat suci Al-Quran yang diukir pada kayu Jepara.

Pada waktu didirikan masjid tersebut letaknya persis di tepi Sungai Chao Praya dan dinamakan Masjid Ton Samrong. Masjid aslinya terbuat dari kayu dengan arsitektur campuran Jawa dan Ayuthaya. Namun, pada 1899 tempat tersebut dijadikan kantor Bea Cukai dan masjid dipindahkan ke lokasi yang sekarang.

Awalnya, interior dan eksterior masjid ini didominasi kayu. Namun, setelah mengalami pembangunan ulang, akhirnya diubah menjadi beton berwarna merah bata. Ukuran masjidnya tidak terlalu besar, namun cukup terlihat dari arah sungai. Kubah-kubahnya kental dengan warna hijau dan dari luarnya terdapat tulisan dengan bahasa Thailand tertulis di pintu masuk.

Jawa Mosque

Jawa Mosque atau Masjid Jawa terletak di Jalan Soi Charoen Rat 1 Yaek 9, Sathorn, Bangkok, Thailand. Disebut Masjid Jawa karena yang membangun adalah orang-orang  Jawa yang sudah menetap di Bangkok. Masjid tersebut selesai dibangun pada 1906 di atas tanah wakaf milik orang Jawa bernama Haji Muhammad Saleh.

Arsitektur Jawa Mosque sangat kental dengan gaya masjid di Jawa. Ada yang menyebutnya mirip Masjid Demak. Ada juga yang menyebutnya sebagai versi mini Masjid Agung Kauman di Yogyakarta. Dari luar pengunjung bisa melihat atap limas berundak tiga yang biasa ditemui di masjid-masjid tua Indonesia. Saat memasukinya, bisa  menyaksikan saka guru empat pilar yang biasa menyangga bangunan Jawa. (Bal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here