Tiga Kunci Sukses bagi Pemuda Islam, Apa Saja?

756

Tebo, Muslim Obsession – Ada tiga kunci sukses bagi pemuda Islam dalam menghadapi perubahan dunia yang begitu cepat seperti sekarang ini.

Tiga kunci itu adalah ilmu pengetahuan, pergaulan atau jaringan, dan pengalaman.

“Kunci sukses buat generasi muda saat ini pertama ilmu, pergaulan, dan pengalaman,” kata KH M Rifai Abdullah, Selasa (18/6/2019).

Pengasuh Pesantren Al-Inayah Desa Perintis, Jambi, itu menambahkan, sesungguhnya dengan ilmu pengetahuan maka akan lahir sebuah pola pikir atau mindset yang berbeda dalam memandang sesuatu. Jika ilmunya banyak, maka akan membuat pola pikir pemuda akan maju.

Seorang yang ilmunya terbatas, Kiai Rifai mengibaratkan, maka keinginannya juga terbatas. Contohnya saat anak kecil yang hanya menginginkan uang Rp5 ribu untuk membeli jajan.

“Dalam pikirannya yang penting itu adalah jajan, bukan haji, umrah atau mendirikan sekolah. Begitu juga bagi masyarakat yang setiap hari bekerja untuk makan hari ini, maka yang diberikan Allah sesuai kapasitas ilmu dan prioritasnya,” tuturnya.

Ia melanjutkan, maka Allah itu memberikan sesuai dengan ilmu dan prioritas kita. Agar pemberian Allah itu tidak sia-sia.

“Andaikan anak kecil dikasih uang Rp1 juta pasti bingung buat apa. Coba kalau ditangan yang tepat maka akan dibuat mendirikan sekolah dan membantu fakir miskin,” jelasnya.

Meski demikian, ilmu yang mumpuni harus ditopang dengan pergaulan yang luas. Hal ini supaya ilmu tersebut memiliki kemanfaatan yang lebih banyak. Selain itu, pergaulan yang luas juga akan membuka wawasan baru dan cara pandang baru terhadap suatu masalah.

“Dalam ajaran Islam anjuran untuk bergaul luas ini diistilahkan dengan silaturahim. Dalam silaturahim seorang hamba akan mendapatkan rezeki yang banyak. Rezeki bisa berupa ilmu, kesehatan dan harta. Dan kunci silaturahim bisa sukses yakni tidak mendahulukan pikiran jelek kepada seseorang,” paparnya.

Dikatakan alumni Pesantren Pancasila Salatiga, Jawa Tengah ini, di antara tips jadi orang sukses yaitu mendekatkan diri pada Allah, menolong agamanya Allah, dan banyak menolong orang lain.

“Jangan berpikiran negatif tentang orang lain saat dikecewakan. Mungkin itu cara Allah menguji kita. Tidak boleh juga pelit kepada teman. Orang yang suka mengurusi manusia lain, maka hidupnya ditanggung Allah. Maka perbanyaklah silaturahim,” pungkasnya. (Way)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here