Tiga Kata Ajaib Kunci Perdamaian

2170
persaudaraan Muslim (Foto: Ilustrasi/Istimewa)

Muslim Obsession – Terkadang kita sering melupakan hal-hal kecil dan bersifat sepele, namun siapa sangka jika ternyata berawal dari hal-hal kecil yang kita anggap sepele, bisa sangat berpengaruh dalam kehidupan kita sehari-hari.

Ada tiga kata yang sering kita lupa ucapkan ketika meminta dan memberi kepada seseorang, padahal tiga kata tersebut sangatlah bermakna artinya.

Tiga kata ini memiliki kekuatan yang luar biasa, jika kata ajaib ini diucapkan dengan cara yang benar dan tepat waktunya, ia mampu mengubah lawan menjadi kawan, mengubah benci menjadi cinta, bahkan menyulap amarah menjadi kasih sayang. Tiga kata tersebut adalah kata ‘tolong’, ‘maaf’, dan ‘terima kasih’.

1. Tolong

Manusia itu diciptakan sebagai makhluk sosial. Maksudnya, kita tidak akan bisa hidup tanpa bantuan orang lain. Namun, kedudukan sosial itu tidak berpengaruh apa-apa. Kedudukan sosial hanya dalam bidang pekerjaan, dan bukan dalam derajat manusia.

Di antara sesama manusia itu tidak ada perbedaan status, kecuali tingkat ketakwaannya. Kata “tolong” membuat kita sadar akan keterbatasan dan kelemahan yang dimiliki. “Tolong” membuat kita lebih mampu untuk menerima diri sendiri secara apa adanya, dan melihat apa yang bisa dan tidak bisa kita lakukan.

Sungguh indah jika kita terbiasa hidup dalam suasana saling tolong menolong, karena Islam sendiri telah mengajarkan budaya ini. Allah Swt. berfirman, ”Dan tolong menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan” (QS. Al-Maidah [5] : 2)

2. Maaf

Secara psikologis, saling memaafkan itu sehat dan menyehatkan. Yang mendapatkan keuntungan pertama dari sikap memaafkan adalah pihak yang memaafkan, bukan yang dimaafkan.

Ketika seseorang memaafkan orang yang dibenci, seketika itu juga beban emosinya berkurang. Berat-ringannya memaafkan orang itu berkaitan dengan besar-kecilnya rasa kesal atau dendam kita kepada seseorang. Semakin dalam rasa kekesalan, kebencian, dan permusuhan kita kepada seseorang, semakin berat kita untuk memaafkannya.

Mudah memaafkan, penyayang terhadap sesama Muslim dan lapang dada terhadap kesalahan orang merupakan amal shaleh yang keutamaannya besar dan sangat dianjurkan dalam Islam. Allah Azza wa Jalla berfirman,

Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan perbuatan baik, serta berpisahlah dari orang-orang yang bodoh. (Al-A’raf [7]:199)

3. Terima Kasih

Ucapan “terima kasih” adalah salah satu bentuk rasa syukur kita kepada Allah Swt. melalui perantara manusia. Syukur sendiri merupakan hal yang diperintahkan oleh Allah Swt. dalam firman-Nya:

“Dan ingatlah tatkala Tuhanmu memaklumkan: ‘Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.”‘ (QS. Ibrahim [14]: 7)

Dalam ayat tersebut terdapat Allah Swt. bahwa siapa saja yang bersyukur maka akan ditambahkan nikmat dan bagi siapa saja yang ingkar akan mendapat adzab.

Sebenarnya, itu sama saja dengan hubungan kita kepada sesama manusia. Di saat kita mendapatkan bantuan atau pertolongan dari orang lain, lalu kita menghargainya dengan mengucapkan “terima kasih” atas segala kebaikannya, maka bisa dipastikan orang itu akan merasa senang dan mau untuk menolong lagi di lain kesempatan.

Jangan pernah lupa untuk mengucapkan “terima kasih”, karena itu adalah penghargaan terhadap segala kebaikan yang telah diberikan oleh orang lain kepada kita. Namun sayangnya, kita sering sekali lupa untuk mengucap kata sakti ini. Bagi sebagian yang lain, “terima kasih” sangat sulit untuk diucapkan karena memang ucapan “terima kasih” membutuhkan ketulusan dari yang mengucapkannya.

Terkadang hal kecil sering kita sepelekan dan kita lupakan, namun sebenarnya berawal dari hal-hal kecil tersebut kita bisa menjadi besar.

Bukankah Islam mengajarkan Umatnya untuk selalu memberkan manfaat kepada Umat yang lain? Karena sebaik-baik Manusia adalah yang mampu memberikan manfaat kepada Manusia lainnya. Dalam Islam selalu diajarkan mengenai berbuat baik dan kasih sayang yang tulus.

Seperti firman Allah, “Jika kalian berbuat baik, sesungguhnya kalian berbuat baik bagi diri kalian sendiri” (QS. Al-Isra [17]:7). (Imas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here