Tiga Hal yang Bisa Membuat Karakter Orang Berubah

161

Muslim Obsession – Setiap orang yang memiliki karakter baik akan mendapatkan kehormatan, baik di mata manusia maupun dalam penilaian Allah Ta’ala. Hanya saja, menjaga agar karakter baik itu tidak berubah merupakan jihadun nafs yang tak mudah.

“Orang yang terlihat baik seringkali akan berubah karakternya karena ia tidak mampu menjalankan amanah yang Allah anugerahkan kepadanya,” ujar Ustadz Tb. Syamsuri Halim dalam pesan singkatnya, Kamis (15/10/2020).

Ustadz Syamsuri menyadur perkataan Imam Ali bin Abu Thalib karramallahu wajhahu bahwa umumnya karakter orang berubah karena tiga hal.

المرء يتغير في الثلاث: القرب من الملوك، والولايات، والغناء من بعد الفق، فمن لم يتغير في هذه فهو ذو عقل قويم وخلق مستقيم

Pertama, orang akan berubah karakternya jika ia sudah dekat dengan para penguasa. Ini sering terjadi, yakni ketika seseorang dekat dengan penguasa kemudian merasa bangga dengan kekuasaan sang penguasa tersebut, maka orang itu pun gelap membela sang penguasa dengan menjadi mata-matanya.

“Atau ia akan congkak dengan kedudukannya. Sungguh anugrah ini adalah musibah bagi orang tersebut,” jelasnya.

Kedua, ketika orang tersebut sudah mendapatkan kekuasaan. Sebelum orang tersebut berkuasa, ia selalu berjanji untuk menyejahterakan rakyat. Namun, ketika setelah ia berkuasa justru rakyatnya ditindas dan dizhalimi.

“Orang yang seperti ini adalah pemimpin zhalim yang Allah benci dan ditempatkan di Neraka,” kata pengajar di Fakultas Muamalat STAI Azziyadah Klender ini.

Ustadz Syamsuri menukil sebuah hadits dari Abu Sa’id radhiyallahu ‘anhu bahwa ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّ أَحَبَّ النَّاسِ إِلَى اللَّهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَأَدْنَاهُمْ مِنْهُ مَجْلِسًا إِمَامٌ

عَادِلٌ وَأَبْغَضَ النَّاسِ إِلَى اللَّهِ وَأَبْعَدَهُمْ مِنْهُ مَجْلِسًا إِمَامٌ جَائِرٌ

“Sesungguhnya manusia yang paling dicintai oleh Allah pada hari kiamat dan paling dekat kedudukannya di sisi Allah adalah seorang pemimpin yang adil. Sedangkan orang yang paling dibenci oleh Allah dan paling jauh kedudukannya dari Allah adalah seorang pemimpin yang zhalim,” (HR. Tirmidzi).

Dan ketiga, karakter seseorang akan mudah berubah ketika ia dapat harta yang melimpah, padahal sebelumnya dia hanyalah orang miskin.

“Dia sombong dengan sering mencela dan menghina yang lain, bahkan kesombongannya sampai membanding-bandingkan kekayaan yang dimilikinya. Orang seperti ini berarti berubah dengan kehancuran dirinya,” ungkap Ustadz Syamsuri.

Kendati demikian, tentu tidak semua orang bisa berubah karakternya karena tiga hal tersebut. Bahkan, jika ada orang yang mendapatkan tiga hal tersebut dan dia tidak berubah, maka dapat dipastikan bahwa dia adalah orang yang berakal sehat dan berakhlak atau berbudi pekerti luhur yang istiqamah.

“Itulah pernyataan Imam Ali yang patut kita renungkan dan pahami. Semoga kita termasuk orang yang mendapat keistimewaan tersebut, berakhlak dan istiqamah dalam keimanan kepada Allah Ta’ala. Aamiin,” pungkasnya. (Fath)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here