Tiga Ciri Seseorang Mendapatkan Keberkahan dari Allah

378
Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Ilmi, Bojonggede Bogor, KH. Fasial Ali Nurdin, Lc., MA. (Foto: YouTube)

Bogor, Muslim Obsession – Salah satu permintaan yang sering dimintakan dalam doa adalah keberkahan. Sebuah permintaan agar nikmat yang Allah berikan semakin bertambah dan menebar kebaikan.

Kendati demikian, pada kenyataannya banyak orang yang tidak Allah berikan keberkahan. Allah tidak memberikan keberkahan pada ilmu, harta, kekuasaan atau jabatan yang dimiliki, serta usianya.

“Ada beberapa ciri, apakah Allah berikan kita keberkahan pada ilmu, harta, kekuasaan, dan usia kita,” ungkap KH. Fasial M. Ali Nurdin, Lc., MA. dalam khutbah Jumatnya di Masjid Raya Telaga Kahuripan (MRTK) Kemang, Bogor, Jumat (18/9/2020).

Ciri pertama, seseorang yang diberkahi ilmunya, hartanya, jabatannya, dan usianya maka ia akan semakin bertambah ketakwaannya kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Dan sebaliknya, jika seseorang tidak diberkahi oleh Allah, maka meskipun ilmu, harta, jabatan, dan usianya terus bertambah namun ia justru semakin menjauh dari Allah.

“Kedua, ketika ilmu, harta, jabatan, dan usianya bertambah seseorang yang diberkahi Allah akan semakin tawadhu’, semakin rendah hati kepada siapapun. Namun sebaliknya, seseorang yang tidak diberkahi, ia justru menjadi sombong dan zhalim kepada orang lain seiring bertambahnya ilmu, harta, jabatan, dan usianya,” jelas Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Ilmi, Bojonggede Bogor tersebut.

Dan ciri terakhir, seseorang yang diberkahi maka ilmu, harta, jabatan, dan usianya akan memberikan manfaat tidak hanya untuk dirinya dan keluarga, melainkan juga kepada orang-orang yang ada di sekelilingnya dan lingkungannya.

“Sebaliknya, jika ia tidak diberkahi Allah, maka ilmu, harta, jabatan, dan usianya justru hanya menyebabkan kemudharatan bagi orang lain. Bahkan ia sendiri tidak mendapatkan manfaat dari apa yang dimilikinya tersebut,” tambah Dosen STEI Tazkia Sentul City Bogor ini.

Lalu, bagaimana agar ilmu, harta, jabatan, dan usianya diberkahi Allah subhanahu wa ta’ala? Kiai Faisal memberikan resepnya yang terdapat di dalam QS. Al-A’raf ayat 96.

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَىٰ آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ وَلَٰكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

“Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.”

Dari ayat di atas, syarat seseorang yang ingin mendapat keberkahan dari Allah adalah ia harus memiliki landasan iman untuk mecapai ketakwaan kepada Allah subhanahu wa ta’ala.

“Ini syarat utama yang harus dimiliki orang-orang yang ingin diberkahi Allah. Imannya menjadi landasan agar setiap perilakunya tertuju untuk mencapai ketakwaan kepada Allah. Akan tetapi pada kenyataannya, manusia lebih banyak membohongi Allah subhanahu wa ta’ala sehingga yang terjadi adalah orang-orang ini justru menebar kesombongan, kezhaliman, dibandingkan menebarkan manfaat,” tandasnya. (Fath)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here