Tiga Ciri Orang Hebat Menurut Imam Syafii

390

Muslim Obsession – Di era modern saat ini, kehebatan seorang manusia seringkali diukur dari tahta dan harta. Mereka yang berkuasa, itulah yang dianggap hebat. Mereka yang kaya, itu pula yang dianggap hebat.

Namun bagi ulama besar Imam Syafii, kehebatan manusia tidak diukur dari tingginya jabatan atau banyaknya harta. Ada tiga ciri orang hebat menurut beliau yang ketiganya menunjukkan kemuliaan seseorang. Ketiga ciri itu disebutkan dalam kitab Manaqib Asy-Syafi’i Lil Baihaqi.

Pertama, orang yang mampu menyembunyikan kemiskinannya, sehingga orang lain menyangkanya berkecukupan karena ia tidak pernah meminta.

كتمان الفقر حتى يظن الناس من عفتك أنك غني

Ketika seseorang dihimpit kesulitan ekonomi, didera kemelaratan sehingga berada di titik terendah dalam kehidupannya, mereka lebih banyak yang mengeluh dan mengais rezeki dengan mengabaikan kehormatan dirinya.

Mereka lebih senang meminta-minta untuk mendapat belas kasihan orang lain. Mereka malas berubah dan keluar dari kemiskinannya dengan bekerja keras serta tak berharap belas kasihan.

Tak banyak orang yang bisa keluar dari situasi ini dengan tetap mempertahankan martabatnya. Jika ada yang bisa melakukannya, inilah ciri pertama dari orang hebat menurut Imam Syafii.

Kedua, orang yang mampu menyembunyikan amarah, sehingga orang mengiranya merasa ridha.

وكتمان الغضب حتى يظن الناس أنك راض

Amarah berasal dari setan yang menyusup ke dalam jiwa manusia. Setan akan terus berupaya membuat manusia untuk ikut dalam permainan dan jebakan-jebakannya.

Untuk menghindarinya tentu bukanlah usaha yang ringan karena membutuhkan ilmu dan kesabaran yang ditanamkan Allah subhanahu wa ta’ala kepada dirinya. Oleh karenanya kemampuan ini tidak banyak dimiliki orang.

Ketika seseorang mampu mengatur bahkan menghilangkan amarahnya, inilah ciri kehebatan yang membawanya kepada kemuliaan. Dalam QS. Ali Imran ayat 134, Allah menyebut kelompok ini sebagai orang-orang yang berbuat ihsan (kebajikan):

الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

“(Yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema’afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.” (QS. Ali Imran: 134)

Ketiga, orang yang mampu menyembunyikan kesusahan, sehingga orang lain mengiranya selalu senang.

وكتمان الشدة حتى يظن الناس أنك متنع

Tak banyak orang yang memiliki kemampuan ini. Hanya mereka yang memiliki keimanan kokoh, kesabaran, dan ketenangan yang berusaha untuk tampil bahagia di tengah kesusahannya.

Orang seperti ini akan berusaha menampilkan kehidupannya tampak bahagia di depan orang lain, karena setiap kesusahan akan dijalaninya dengan kesabaran. Jeritan tangisnya hanya ditampakkan di hadapan Allah subhanahu wa ta’ala dalam dzikir dan doa.

Semoga Allah memberikan cinta dan kasih-sayangnya kepada kita untuk memiliki ketiga atau salah satu ciri tersebut.

Wallahu a’lam bis shawab.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here