Tiga Alasan yang Membuat Setan Takut Berpapasan dengan Umar bin Khattab

163

Muslim Obsession – Setan memiliki banyak cara untuk memperdaya manusia. Godaan setan datang dari berbagi arah, pun dengan beragam cara dan bentuk. Bisikannya juga tak mengenal tempat dan waktu, selalu hadir dalam keramaian dan keheningan.

Namun demikian, ada sosok manusia yang paling ditakuti setan, sekalipun jika berpapasan dengan sosok ini. Siapakah dia?

Kabar ini disampaikan Rasulullah ﷺ langsung. Dari Aisyah, Rasulullah ﷺ bersabda,

إن الشيطان يفرق من عمر بن الخطاب

“Sesungguhnya setan lari ketakutan jika bertemu Umar,” (HR. Ibnu ‘Asakir).

Dalam hadits yang lain, Rasulullah ﷺ bersabda, “Wahai Ibnu Al-Khaththab, demi Allah yang jiwaku berada dalam genggaman tangan-Nya, sesungguhnya tidaklah setan menemuimu sedang berjalan di suatu jalan kecuali dia akan mencari jalan lain yang tidak engkau lalui.”

BACA JUGA: Bukti Cinta Sayidina Umar bin Khattab kepada Sayidina Husein

Sedangkan dalam hadits lain Rasulullah ﷺ bersabda, “Sungguh aku melihat setan dari kalangan manusia dan jin lari dari Umar,” (HR. Tirmidzi).

Ya, rupanya setan sangat takut terhadap salah satu sahabat Rasulullah ﷺ ini. Wibawa Umar begitu benderang, sehingga setan pun enggan bertemu dengannya.

Dikenal dengan nama Umar bin Khattab, Khalifah Rasyidin kedua ini bernama lengkap Umar bin Al-Khatthab bin Nufail bin Adi bin ‘Abdul Uzza bin Riyah bin ‘Abdullah bin Qurth bin Razah bin Adi bin Ka’ab bin Luai, Abu Hafsh Al-‘Adawi. Ia dijuluki Al-Faruq.

Umar merupakan salah satu dari empat khalifah Islam yang memiliki karakter tegas dan bijaksana, serta ditakuti kaum Quraisy pada saat itu.

BACA JUGA: Saat Membaca Ayat Ini, Sahabat Umar bin Khattab Tak Henti Menangis

Kerasnya Umar pun sempat ditujukan kepada penyebaran Islam dan kaum Muslimin, ketika beliau belum memeluk Islam. Setelah memeluk Islam, pada usia sekitar 27 tahun, kerasnya Umar berbalik kepada kaum Kuffar, ia membela Rasulullah dan umat Islam secara gagah berani.

Rasulullah ﷺ bersabda, “Umatku yang paling penyayang adalah Abu Bakar dan yang paling tegas dalam menegakkan agama Allah adalah Umar.” (HR. Tirmidzi dalam al-Manaqib, hadits no. 3791)

Lalu, mengapa setan begitu takut kepada Umar?

Pertama, Umar bin Khattab merupakan sosok yang kuat. Tidak hanya secara fisik, Umar memiliki keimanan yang sangat kokoh. Keimanan Umar bin Khattab terhadap Allah dan Rasulullah ﷺ luar biasa kuat, dibuktikan dengan cintanya Umar kepada Rasulullah ﷺ dan ajaran Islam.

Sebelum masuk Islam, Umar sangat ditakuti umat Islam. Namun setelah masuk Islam, Umar sangat dicintai umat Islam dan sangat ditakuti kaum Kuffar. Dari ‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, ia berkata,

مَا زِلْنَا أَعِزَّةً مُنْذُ أَسْلَمَ عُمَرُ

“Kami terus merasakan harga diri yang tinggi semenjak Umar masuk Islam,” (HR. Bukhari, no. 3863).

BACA JUGA: Tangis Umar bin Khattab di Depan Nabi

Kedua, Umar bin Khattab merupakan sosok yang sederhana dan rendah hati. Kendati memiliki perawakan yang tinggi dan gagah, ditopang dengan karakter yang keras, namun sesungguhnya Umar adalah sosok yang rendah hati.

Ia juga sosok yang tidak sibuk dengan urusan duniawi, kendati ia merupakan seorang khalifah. Umar bahkan rela berkeliling mencari rakyatnya yang miskin, dan menyedekahkan sebagian hartanya untuk kepentingan kaum Muslimin.

Kendati ia merupakan seorang khalifah, Umar suka menambal bajunya dengan kulit, dan terkadang membawa ember di pundaknya. Kendaraannya adalah keledai tak berpelana, hingga membuat heran pastur Jerusalem saat berjumpa dengannya.

Umar jarang tertawa dan bercanda, bahkan di cincinnya terdapat tulisan “Cukuplah kematian menjadi peringatan bagimu hai Umar (kafaa bil mauti waa’izhon yaa ‘Umar).”

BACA JUGA: Gus Baha Cerita di Alam Kubur Umar bin Khattab Bentak Malaikat Munkar Nakir

Tak heran jika Umar bin Khattab menjadi salah satu Sahabat yang telah mendapatkan ‘paling’ di surga. Ya, ketika Umar masih hidup di dunia bersama Rasulullah ﷺ dan para sahabatnya, istana untuknya telah disiapkan di surga.

Diriwayatkan dari Said bin Al-Musayyib bahwa Abu Hurairah berkata, ketika kami berada di sisi Rasulullah ﷺ, beliau bersabda,

بَيْنَا أَنَا نَائِمٌ رَأَيْتُنِى فِى الْجَنَّةِ، فَإِذَا امْرَأَةٌ تَتَوَضَّأُ إِلَى جَانِبِ قَصْرٍ، فَقُلْتُ لِمَنْ هَذَا الْقَصْرُ فَقَالُوا لِعُمَرَ بْنِالْخَطَّابِ، فَذَكَرْتُ غَيْرَتَهُ ، فَوَلَّيْتُ مُدْبِرًا » فَبَكَى عُمَرُ وَقَالَ أَعَلَيْكَ أَغَارُ يَا رَسُولَ اللَّهِ

“Sewaktu tidur aku bermimpi seolah-olah aku sedang berada di surga. Kemudian aku melihat seorang wanita sedang berwudhu di sebuah istana (surga), maka aku pun bertanya, ‘Milik siapakah istana ini?’ Wanita-wanita yang ada di sana menjawab, ‘Milik Umar.’ Lalu aku teringat dengan kecemburuan Umar, aku pun menjauh (tidak memasuki) istana itu.” Umar radhiallahu ‘anhu menangis dan berkata, “Mana mungkin aku akan cemburu kepadamu wahai Rasulullah,” (HR. Bukhari, no. 3242 dan Muslim, no. 2395).

BACA JUGA: Bikin Menangis, Begini Kisah Umar Bin Khattab Saat Tahu Rakyatnya Kelaparan

Ketiga, Umar adalah salah satu sahabat yang sangat dicintai Rasulullah ﷺ. Umar dikaruniai kejelian dan kejernihan berpikir, sehingga tak jarang Umar memberikan ide dan gagasan kepada Rasulullah ﷺ dalam sejumlah urusan.

Kejeniusan Umar menjadi pelengkap ketegasan dan kesederhanaan yang melekat pada dirinya. Sehingga saat itu, Umar disandingkan dengan Abu Jahal yang menjadi tokoh terhormat karena kepintarannya.

Diriwayatkan dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma bahwa Rasulullah ﷺ berdoa,

« اللَّهُمَّ أَعِزَّ الإِسْلاَمَ بِأَحَبِّ هَذَيْنِ الرَّجُلَيْنِ إِلَيْكَ بِأَبِى جَهْلٍ أَوْ بِعُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ ». قَالَ وَكَانَ أَحَبَّهُمَا إِلَيْهِ عُمَرُ

“Ya Allah, muliakanlah Islam dengan salah seorang yang lebih Engkau cintai dari kedua laki-laki ini: Abu Jahal atau Umar bin Al-Khaththab.” Sang perawi mengatakan, ternyata yang lebih dicintai oleh Allah adalah Umar. (HR. Tirmidzi, no. 3681; Ahmad, 2:95. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini hasan).

Bahkan, Rasulullah ﷺ juga memuji Umar bin Khattab yang disebut beliau sebagai salah seorang yang diberkahi Allah Ta’ala karena kerap mendapatkan ilham.

BACA JUGA: 5 Alasan Diamnya Umar bin Khattab Saat Dimarahi Istri

Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda,

إِنَّهُ قَدْ كَانَ فِيمَا مَضَى قَبْلَكُمْ مِنَ الأُمَمِ مُحَدَّثُونَ، وَإِنَّهُ إِنْ كَانَ فِى أُمَّتِى هَذِهِ مِنْهُمْ، فَإِنَّهُ عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ

“Sesungguhnya di antara orang-orang sebelum kalian terdapat sejumlah manusia yang mendapat ilham. Apabila salah seorang umatku mendapatkannya, maka Umar bin Khatthab-lah orangnya.” (HR. Bukhari, no. 3469)

Demikianlah Umar bin Khattab, sosok yang dicintai Allah Ta’ala dan Rasulullah ﷺ, namun sangat dibenci kaum Kuffar dan ditakuti setan. Tentu masih banyak kemuliaan yang ada pada diri Umar, selain ketiga hal tersebut.

Diriwayatkan dari Ibnu Mulaikah, dia pernah mendengar Abdullah bin Abbas berkata, “Umar radhiyallahu ‘anhu ditidurkan di atas kasurnya (menjelang wafatnya), dan orang-orang yang berkumpul di sekitarnya mendoakan sebelum dipindahkan –ketika itu aku hadir di tengah orang-orang tersebut-. Aku terkejut tatkala seseorang memegang kedua pundakku dan ternyata ia adalah Ali bin Abi Thalib.

Kemudian Ali berkata (memuji dan mendoakan Umar seperti orang-orang lainnya), “Engkau tidak pernah meninggalkan seseorang yang dapat menyamai dirimu dan apa yang telah engkau lakukan. Aku berharap bisa menjadi sepertimu tatkala menghadap Allah Subhanahu wa Ta’ala. Demi Allah, aku sangat yakin bahwa Allah akan mengumpulkanmu bersama dua orang sahabatmu (Rasulullah ﷺ dan Abu Bakar).

Aku sering mendengar Rasulullah ﷺ bersabda,

ذَهَبْتُ أَنَا وَأَبُو بَكْرٍ وَعُمَرُ، وَدَخَلْتُ أَنَا وَأَبُو بَكْرٍ وَعُمَرُ، وَخَرَجْتُ أَنَا وَأَبُو بَكْرٍ وَعُمَرُ

“Aku berangkat bersama Abu Bakar dan Umar, aku masuk bersama Abu Bakar dan Umar, dan aku keluar bersama Abu Bakar dan Umar.” (HR. Bukhari, no. 3685).

Wallahu a’lam bish shawab.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here