Tidak Berjabat Tangan di Tengah Menyebarnya Virus itu Sunnah!

627
Ustadz Abdul Somad (UAS).

Muslim Obsession – Saat penyebaran virus corona semakin besar, kita sebagai umat Muslim terkadang dihadapkan pada suatu dilema. Salah satunya meninggalkan anjuran Nabi untuk bersalaman atau berjabat tangan.

Sebagaimana dalam hadits: “Tidaklah dua Muslim itu bertemu lantas berjabat tangan melainkan akan diampuni dosa di antara keduanya sebelum berpisah.” (HR. Abu Daud no. 5212, Ibnu Majah no. 3703, Tirmidzi no. 2727. Al Hafizh Abu Thohir menyatakan bahwa sanad hadits ini dhaif. Adapun Syaikh Al Albani menyatakan bahwa hadits ini shahih).

Namun, bagaimana jadinya kalau ada orang yang jelas-jelas tertular terkena virus, lalu ia ingin bersalaman dengan kita?

Ustadz Abdul Somad (UAS) melalui video yang diunggah di Instagram, Senin (23/3/2020) menceritakan bahwa pada zaman Nabi pernah terjadi hal demikian.

“Ada orang yang sudah terkena penyakit kusta yang menular. Kata Nabi, Inna qad bayya’naka farji’, kami sudah membaiat engkau, pulanglah. Mestinya berbaiat itu salaman. Tapi kata Nabi karena dia itu terkena penyakit menular, beliau tidak bersalaman,” jelas UAS.

Jadi, menurut UAS yang harus kita lakukan hari ini dengan tidak berinteraksi dengan orang yang dkhawatirkan menularkan virus dan tidak bersalaman, bukan berarti meninggalkan sunnah justru sedang melaksanakan sunnah Nabi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here