The Power of Doa

346

Oleh: Ustadz Buchory Muslim (Ketua Lembaga Komunikasi dan Penyiaran Islam/LKPI PP Parmusi)

Alláh ﷻ berfirman: “Dan apabila hamba-hambaKu bertanya kepadamu tentang Aku, maka jawablah, bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepadaKu, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah)Ku dan hendaklah mereka beriman kepadaKu agar mereka selalu berada dalam kebenaran,” (QS Al-Baqarah :186)

Doa adalah ibadah. Doa adalah senjata. Doa adalah benteng. Doa adalah obat. Doa adalah pintu segala kebaikan. Doa adalah energi dan power spiritual.

Alláh ﷻ memiliki dua sifat agung, yakni Ar-Rahmán dan Ar-Rahïm. Tentang dua sifat itu, Abdullah Ibnul Mubarak berkata: “Ar-Rahmán yaitu jika Dia diminta pasti memberi, sedang Ar-Rahïm yaitu jika tidak dimintai maka Dia murka,” (Fathul Bari 8/155).

Doa adalah senjata bagi seorang beriman dalam mengarungi samudera kehidupan ini. Dengan izin Alláh ﷻ doa bisa mengubah segalanya.

Rasúlulláh ﷺ bersabda: “Doa itu bermanfaat terhadap sesuatu yang telah turun (terjadi) maupun sesuatu yang belum terjadi, maka kalian wahai hamba Allah- harus berdoa,” (HR. At-Tirmidzi dan Al-Hakim dari Ibu Umar).

“Tidak bisa menolak qadla (takdir yang sudah terjadi) kecuali doa, dan tidak bisa menambah umur selain kebaikan,” (HR. At-Tirmidzi).

“Tidak menambah umur kecuali kebaikan, dan tidak bisa menolak qadar (putusan dalam catatan) kecuali doa. Sesungguhnya seseorang itu bisa terhalangi dari rizkinya karena dosa yang telah ia perbuat,” (HR. Ahmad, Ibnu Majah dan Al-Hakim).

Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata: “Doa itu adalah satu penyebab yang bisa menolak bala. Jika doa lebih kuat darinya maka ia akan mendorongnya, dan jika penyebab bala yang lebih kuat maka ia akan mengusir doa. Karena itu diperintahkan ketika ada gerhana dan bencana besar lain untuk shalat, berdoa, beristighfàr, sedekah dan memerdekakan budak.”

Ibnul Qayyim berkata: “Doa termasuk obat yang paling bermanfaat, ia adalah musuh bala, ia mendorong-nya dan mengobati, ia menahan bala atau mengangkat atau meringankan-nya jika sudah turun.”

Firman Alláh ﷻ dalam Surah Al-A’raf ayat 180: “Alláh mempunyai asmaul husna, maka bermohonlah kepadaNya dengan menyebut asmaul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-namaNya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.  ”

Dari Abu Hurairah, Rasúlulláh ﷺ bersabda: “Sesungguhnya Alláh mempunyai 99 nama, yaitu 100 kurang satu. Siapa yang menghafalnya akan masuk surga,” (HR. Bukhari).

“Dialah Alláh, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Dia mempunyai asma’ul husna (nama-nama yang baik),” (QS. Tháhá: 8).

Katakanlah: “Serulah Alláh atau serulah Ar-Rahman. Dengan nama yang mana saja kamu seru, Dia mempunyai al asmaa’ul husna (nama-nama yang terbaik) dan janganlah kamu mengeraskan suaramu dalam shalatmu dan janganlah pula merendahkannya dan carilah jalan tengah di antara kedua itu,” (QS. Al-Isrá’: 110).

Wallahu a’lam bish shawab.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here