Tertib dan Lancar, Masjid As-Syarif Al-Azhar Gelar Shalat Jumat

1734
Masjid As-Syarief Al-Azhar BSD tetap menggelar Shalat Jumat dengan memenuhi protokol kesehatan, Jumat (3/4/2020). (Foto: Muslim Obsession)

Tangsel, Muslim Obsession – Masjid As-Syarief Al-Azhar yang terletak di jantung kawasan perumahan elit BSD City Tangerang Selatan menggelar Shalat Jumat (3/4/2020) diikuti sekitar 300 jamaah yang berjalan tertib dan lancar.

Berbeda dengan biasanya, Shalat Jumat ini dilaksanakan dengan protokol kesehatan, antara lain shaf tetap menjaga physical distancing sekitar satu meter.

Ustadz Rahmad Lubis, MA, Sekretaris DKM As-Syarief Al-Azhar yang menjadi Khotib, mempersingkat khutbahnya. Demikian pula Imam shalat, Ustadz Komaruddin yang membaca ayat-ayat pendek.

“Tidak ada suatu bencana apapun di muka bumi ini yang menimpa umat manusia melainkan telah tertulis di Lauhul Mahfudz sebelum Allah menciptakannya,” ujar Ustadz Rahmad lantang dengan mengutip surat QS. Al-Hadid ayat 22.

Karena itu, Ustadz Rahmat menandaskan, saat bangsa kita terkena bencana musibah merebaknya Covid 19, umat Islam wajib semakin mendekatkan diri kepada Allah. “Bukan sebaliknya, malah meninggalkan masjid, malah meninggalkan Shalat Jumat,” tandas Ustadz Rahmad yang juga Ketua Depatemen Pembinaan Yatim Piatu PP Parmusi (Persaudaraan Muslimin Indonesia) seraya mengutip QS. At-Taubah 51 yang mengisyaratkan bahwa orang-orang yang beriman harus bertawakkal hanya kepada Allah subhanahu wa ta’ala.

“Karena itu kita semua bersyukur tidak takut pada Covid-19 sehingga bisa Shalat Jumat dan berdoa bersama-sama di sini agar Covid-19 dihentikan penyebarannya oleh Allah Swt. Yakinlah, bila Allah berkehendak, dalam waktu seditikpun dari sekarang Covid-19 sekejap dimusnahkan. Kun fayakun,” tandas Ustadz Rahmat lantang.

Pada rakaat kedua, imam shalat Ustadz Komaruddin memanjatkan Doa Qunut Nazilah untuk keselamatan bangsa dan kaum muslimin dari berbagai musibah termasuk Covid-19.

Usai Shalat Jumat, Ketua DKM As-Syarief Al-Azhar, Amien Sidharta mengatakan, banyak jamaah tetap masjid yang merasa sedih ketika Shalat Jumat ditiadakan. Ia juga sudah memperoleh masukan dari Ketua Umum Yayasan Kerukunan Keluarga Muslim BSD Usamah Hisyam agar Shalat Jumat tetap dilaksanakan dengan mematuhi protokol kesehatan.

“Semua petunjuk protokol kesehatan sudah kami terapkan, bahkan kami membeli peralatannya,” kata Amien, seraya menambahkan biasanya jamaah Shalat Jumat mencapai 2.000 orang.

Usamah Hisyam, Ketua Umum Parmusi yang turut hadir dalam Shalat Jumat itu berharap agar umat Islam tak perlu memperuncing perbedaan pandangan yang terjadi. Didesak wartawan, tentang fatwa MUI telah mengijinkan Shalat Jumat dapat diganti Shalat Zhuhur di rumah untuk mencegah penularan Covid-19, anggota Dewan Pertimbangan MUI ini mengimbau agar hal itu diterapkan khusus di wilayah zona merah penyebaran Covid-19.

“Masak iya masjid harus di-lockdown, pada saat umat Islam harus kembali kepada Allah,” tegas Usamah. (Fath)

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here