Terpisah Rombongan di Muzdhalifah, Petugas Masih Cari Keberadaan Taspirin

247

Jeddah, Muslim Obsession – Haji asal Palembang, Sumatera Selatan bernama Taspirin Wajat Ratam hingga kini belum diketahui keberadaannya. Dia dilaporkan terpisah dengan rombongannya saat mabit di Mudzalifah pada 11 Agustus 2019.

Ketua Panitia Penyelenggara Haji Indonesia (PPIH) 2019 Endang Jumali mengatakan pihaknya masih menelusuri keberadaan Taspirin.

“Jamaah haji dari Kloter PLM-11 Embarkasi Palembang dilaporkan hilang sejak mabit di Muzdalifah. Petugas belum bisa menemukan sampai saat ini,” jelas dia di Kantor Teknis Urusan Haji KJRI Jeddah.

Taspirin yang berusia 81 tahun tersebut diketahui hilang setelah ada pengakuan sang istri yang bernama Sutirah.

Posisi saat ini Sutirah dan seluruh jamaah haji Kloter PLM-11 sudah tiba di Tanah Air. Taspirin menghilang terjadi saat pelaksanaan mabid atau bermalam di Mudzalifah.

Saat itu Taspirin meminta diantar oleh istrinya ke toilet dan karena lokasi antara toilet dengan bus jamaah dekat, Sutirah menunggu suaminya di dalam bus.

Namun setelah ditunggu sekian lama, Taspirin tidak kunjung muncul sehingga Sutirah dan sejumlah anggota jamaah mencari Taspirin di toilet karena didorong rasa khawatir. Namun sejak saat itu keberadaan Taspirin tidak diketahui sampai saat ini.

Atas kejadian tersebut Sutirah mengaku sedih dan menyesal. Sebab suaminya sempat dia tinggal sebentar ketika sedang berada di toilet.

Dia masih berharap suaminya segera ditemukan. Sutirah selama berada di Makkah hingga proses pemulangan terus-menerus merasa sedih dan menangis karena keberadaan Taspirin belum diketahui.

Endang Djumali mengonfirmasikan benar ada laporan jamaah hilang atas nama Taspirin Wajat Ratam.

“Beberapa kali saya dapat laporan sudah kembali. Namun menghilang lagi,” katanya.

Endang menjelaskan personel PPIH dari unsur perlindungan jamaah (linjam) dan lainnya masih terus mencari keberadaan haji tersebut.

Kemudian pihaknya juga berkoordinasi dengan rumah sakit di Arab Saudi sebab kasus hilangnya Taspirin sudah cukup lama, yakni mulai proses mabid di Mudzalifah pada 11 Agustus 2019.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here