Teroris Brenton Tarrant Mengaku Belum Puas Bunuh Orang dan Bakar Masjid

143

Jakarta, Muslim Obsession – Masih ingat Brenton Tarrant? Teroris yang membantai 51 orang dan melukai 40 lainnya selama penembakan di Christchurch Selandia Baru tahun lalu, ternyata mengaku belum puas dengan aksi kejamnya itu.

Kepada polisi dia justru mengatakan ingin membunuh lebih banyak lagi umat Islam dan membakar lebih banyak masjid. Tarrant mengatakan ingin menanamkan ketakutan pada orang non-Eropa.

Ia bahkan telah merencanakan serangan terhadap masjid-masjid Selandia Baru lainnya sebelum memutuskan meneror masjid di Christchurch, menurut laporan Stuff.co.nz Senin (24/8/2020).

Orang-orang terdekat terakhir yang dia hubungi sebelum memulai pembantaian pada 15 Maret adalah keluarganya melalui pesan teks yang dikirim pada pukul 13.31, memberi tahu mereka tentang rencananya.

Polisi menerima 111 panggilan pertama dari Masjid An-Nur, yang juga dikenal sebagai Masjid Al Noor, 10 menit kemudian.

Brenton Tarrant, teroris penganut supremasi kulit putih, menunjukkan wajah tanpa emosi ketika mendengar testimoni kerabat korban penembakan di Christchurch.

Dikutip dari Reuters, Brenton Tarrant, warga Australia berusia 29 tahun, mengaku bersalah atas dakwaan pembunuhan 51 orang, percobaan pembunuhan terhadap 40 orang, dan satu dakwaan melakukan aksi terorisme ketika dia menembakkan peluru secara membabi buta di Christchurch yang dia siarkan secara langsung di Facebook-nya.

Dia akan menjadi orang pertama di Selandia Baru yang menerima hukuman penjara seumur hidup tanpa pembebasan bersyarat, ketika hakim Pengadilan Tinggi menghukumnya akhir pekan ini karena melakukan penembakan paling mematikan dalam sejarah Selandia Baru pada 15 Maret tahun lalu.

Brenton Tarrant, yang diduga melakukan penembakan di dua masjid di Christchurch, Selandia Baru, Jumat, 15 Maret 2019. Polisi berhasil menangkap Brenton bersama tiga terduga lainnya. Media Sosial/REUTERS

Rincian baru muncul saat ringkasan fakta dibacakan di pengadilan pada Senin pagi, termasuk rencana penyerangan oleh pria bersenjata itu dan laporan grafis dari penembakan “sistematis” yang dia lakukan, termasuk terhadap anak-anak.

Brenton Tarrant mengemudi ke timur di sepanjang Linwood Ave sebelum berbelok ke kanan ke Aldwins Rd dan terus ke Brougham St, di mana petugas polisi menabrakkan kendaraannya dengan mobil polisi. Brenton Tarrant tidak melawan saat dia ditangkap.

Saat diwawancarai polisi, dia mengaku hendak masuk ke masjid berikutnya dengan niat membunuh sebanyak mungkin orang. Dia mengatakan dia ingin membunuh lebih banyak orang daripada dan sedang dalam perjalanan ke masjid Ashburton untuk melakukan serangan lain ketika dia dihentikan.

Dia mengakui penembakan itu adalah “serangan teror” dan mengatakan motifnya didasari keyakinan ideologisnya. Tarrant mengatakan dia bermaksud untuk menanamkan ketakutan pada populasi Muslim atau lebih umumnya imigran non-Eropa.

Brenton Tarrant mengaku ke polisi mulai merencanakan serangan terhadap masjid-masjid Selandia Baru lainnya sebelum memutuskan serangan di Christchurch. (Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here