Terobosan Demi Jaminan Kebebasan Beragama

62
Jokowi dan Tokoh Lintas Agama
Presiden Joko Widodo menggelar pertemuan dengan tokoh lintas agama di Istana Bogor Jawa Barat, Sabtu (10/2/2018). (Foto: Setkab)

Muslim Obsession – Saat ini, kepemimpinan Joko Widodo di Tanah Air berusia empat tahun. Selama itu pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla dinilai telah berhasil melakukan terobosan-terobosan untuk menjamin Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (KBB).

Ada sejumlah produk terobosan yang menyokongnya. Di antaranya, Presiden telah mengeluarkan Perpres tentang Harlah Pancasila 1 Juni, pembentukan BPIP (Badan Pembina Ideologi Pancasila), Perppu ormas, Perpres pendidikan karakter, serta berinisiasi untuk merevisi UU Terorisme yang tujuannya mempromosikan toleransi dan menindak tegas tindakan ujaran kebencian.

Kebijakan yang ditujukan untuk menjamin KBB di tengah masyarkat tersebut cukup berhasil. Hal itu dapat dilihat dari tren tindakan kekerasan di Indonesia yang menurun dan ada peningkatan pola perbuatan baik (best practices) selama 2017 berdasarkan laporan Wahid Foundation.

Dalam riset itu ditunjukkan tindakan-tindakan kekerasan didominasi oleh aktor non-negara, terutama ormas dan institusi di daerah, seperti polres dan pemda. Tren kekerasan pada 2017 cenderung terjadi di DKI dan Jawa Barat. Sementara pemerintah pusat telah menunjukkan sikap tegas berupa zero tolerance terhadap intoleransi dan melakukan upaya-upaya terukur untuk menindaknya.

Di sisi lain, keterlibatan parlemen yang turut aktif memperjuangkan hak KBB melalui inisiatif Kaukus Pancasila sejak 2008 juga patut diacungi jempol. Selain itu, DPR juga terus melakukan mediasi dan lobi-lobi untuk penanganan dan pencegahan kasus kekerasan KKB.

Baca juga:

Merajut Damai di Negeri Bhinneka Tunggal Ika

Jokowi: Indonesia Rumah Semua Agama

Kemenag Minta Imam Masjid Syiarkan Moderasi Beragama

Kiai Ma’ruf: Saya Ingin Mengabdi untuk Agama dan Negara

Kaukus Pancasila terus melakukan kampanye membangun toleransi, khususnya di kalangan guru dengan bekerja sama dengan BPIP, MPR, dan lembaga swadaya masyarakat yang bergerak di bidang pendidikan pada 2017.

Di luar itu semua, Presiden Jokowi rupanya memiliki jurus dalam menjaga toleransi dan perdamaian di Tanah Air. Yakni mengajak semua komponen bangsa untuk turut terlibat aktif di dalamnya.

Menurutnya, dalam dinamika kehidupan bermasyarakat, Indonesia juga pasti sesekali mengalami sedikit gesekan. Namun gesekan kecil itu segera diselesaikan sehingga menjadi pembelajaran yang mendewasakan masyarakat.

“Jadi kalau kita ini ada gesekan-gesekan kecil ya wajar, tapi segera selesaikan. Jangan sampai dibawa berbulan-bulan, persoalan yang sebetulnya bisa diselesaikan dengan cepat,” kata Presiden Jokowi saat bertemu dengan tokoh lintas agama yang tergabung dalam Asosiasi Forum Kerukunan Umat Beragama Indonesia di Istana Kepresidenan Bogor, Selasa (23/5/2017).

Presiden menegaskan, kerukunan dan stabilitas memang diperlukan untuk membangun negara, apalagi pada era kompetisi global seperti sekarang persatuan dan soliditas bangsa Indonesia akan diuji dalam kancah persaingan dunia.

“Menurut saya, ada sebuah etos kerja kedisiplinan nasional yang memang harus kita bangun mulai sekarang ini dalam rangka kompetisi dengan negara-negara lain. Sekali lagi, jangan habiskan pikiran kita untuk hal-hal yang menyebabkan iri, dengki, saling hujat, menjelekkan, dan menyalahkan,” jelasnya.

Oleh karenanya Jokowi mengajak seluruh pihak, terutama para tokoh dan pemuka di daerah untuk bersama-sama mewujudkan kerukunan nasional.

“Saya titip agar kalau ada percikan sekecil apa pun untuk segera diselesaikan. Jangan tunggu esok hari, selesaikan pada saat api itu masih sangat kecil. Segera padamkan. Ingatkan kepada yang akan bergesekan, kita ini bersaudara. Bahwa kita ini berbeda-beda iya, tapi kita tetap saudara sebangsa dan se-Tanah Air,” tandas Jokowi.**

 

****Artikel ini dalam versi cetak telah dimuat di Majalah Men’s Obsession Edisi Januari 2019 dengan judul “Merajut Damai di Negeri Bhinneka Tunggal Ika”.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here