Terlibat Penayangan Kartun Nabi, Tiga Guru di Inggris Diskors

63

Muslim Obsession – Dua guru lagi telah diskors karena peran mereka dalam menayangkan kartun Nabi Muhammad selama kelas studi agama di sebuah sekolah Inggris, seperti dilansir Daily Mail pada Kamis (1/4/2021).

Artinya, ada tiga guru di Batley Grammar School di West Yorkshire sekarang telah ditangguhkan dan menunggu penyelidikan.

Guru pertama yang tidak disebutkan namanya diskors setelah orangtua memprotes di luar sekolah ketika mereka menemukan bahwa kartun nabi, yang dibuat oleh majalah satir Prancis Charlie Hebdo, ditampilkan di kelas selama pelajaran agama.

The Daily Mail melaporkan bahwa gambar yang diperlihatkan kepada anak-anak menggambarkan sosok Nabi dengan bom yang menggantikan sorban di kepalanya.

Baca Juga: Soal Kartun Nabi, Ustadz Adi Hidayat: Sekarang Ada Penyakit Macronisme

“Dua guru lain juga sedang diselidiki, tetapi sekolah telah berusaha merahasiakannya karena mereka tidak ingin perhatian diarahkan pada fakta bahwa ini melampaui tindakan satu orang,” ujar seorang saksi.

“Mereka tidak ada di kelas pada saat itu, tetapi mereka sadar bahwa materi ofensif akan digunakan,” klaimnya.

“Gambar ini bukan bagian dari bahan ajar yang disetujui, dan kami tidak tahu mengapa guru memilihnya. Tampaknya, tidak ada pemeriksaan yang layak. Tidak ada yang menyarankan bahwa salah satu dari mereka menggunakan gambar khusus ini sendiri dalam pelajaran, tetapi mereka tahu apa yang sedang terjadi dan itu menunjukkan kerusakan dalam sistem,” bebernya.

Batley Multi Academy Trust, yang bertanggung jawab atas administrasi sekolah, mengumumkan  mulai 12 April 2021 akan melakukan penyelidikan independen terhadap penggunaan materi “ofensif”.

“Kami percaya bahwa cara yang tepat ke depan adalah penyelidikan independen untuk meninjau konteks di mana bahan tersebut digunakan, dan untuk membuat rekomendasi sehubungan dengan kurikulum studi agama sehingga pelajaran yang sesuai dapat dipelajari, dan tindakan diambil, jika perlu,” demikian pernyataan sekolah.

Kepercayaan tersebut menambahkan bahwa kurikulum pelajaran agama sekolah secara keseluruhan juga akan dinilai oleh panel independen.

Kepala sekolah, Gary Kibble, telah meminta maaf kepada umat Muslim setempat, dengan mengatakan penggunaan kartun itu sama sekali tidak pantas.

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here