Terinspirasi Ibtihaj Muhammad, Kini Barbie pun Berhijab

451
Ibtihaj Muhammad
Ibtihaj Muhammad di The Glamour Women Of The Year Awards 2017 di Brooklyn, New York City. (Photo by: Dennis Van Tine/Billboard)

MuslimObsession.com – Ibtihaj Muhammad patut bersyukur. Pasalnya, Barbie, merek boneka anak perempuan yang identik dengan wanita cantik berpakaian terbuka, resmi meluncurkan versi boneka yang mengenakan jilbab, pekan lalu.

Ya, atlet anggar Amerika Serikat (AS) pertama yang tampil mengenakan jilbab di Olimpiade itu menjadi inspirator di balik ide cerdas tersebut.

Wajah boneka Barbie tersebut, bahkan, juga mengikuti bentuk wajah Ibtihaj dengan warna kulit kecoklatan layaknya warna kulit atlet anggar yang berhasil memenangkan mendali perunggu dalam olimpiade di Rio tahun lalu itu.

Ibtihaj mengatakan, adanya boneka tersebut seperti mimpi masa kecilnya yang menjadi kenyataan.

“Ketika saya memikirkan perjalanan saya sendiri, saya menjadi seorang gadis Muslim yang terlibat dalam olahraga anggar, ada orang-orang yang membuat saya merasa tidak seperti saya,” kata Ibtihaj seperti dilansir BBC.

“Bagi semua orang yang tidak percaya padaku, boneka Barbie ini untukmu,” ungkapnya.

Boneka Barbie itu diresmikan pada pertemuan puncak Glamour Women of the Year.

Selain bentuk wajah yang mirip, boneka tersebut juga memiliki perlengkapan olahraga anggar seperti, topeng, pedang, mengenakan sepatu latihan, dan memiliki jilbab di sekitar kepalanya.

Ibtihaj berharap boneka itu akan menginspirasi para gadis untuk mendapatkan apa yang inginkan.

“Hari ini saya bangga mengetahui gadis-gadis kecil yang memakai jilbab. Itu sama kuatnya dengan mereka yang tidak bisa bermain dengan Barbie dan memilih mengenakan jilbab,” katanya.

Ibtihaj Muhammad begitu terkenal di Negeri Paman Sam. Di tengah pandangan miring terhadap Muslim di AS, Ibtihaj mampu membuktikan dirinya sebagai Muslimah yang bisa berkontribusi kepada negara.

Ibtihaj yang lahir dan dibesarkan di New Jersey berpendapat bahwa pandangan miring terhadap Islam disebabkan banyaknya kesalahpahaman terkait agama.

“Saya sangat gembira mempertanyakan stereotip dan konsep yang salah tentang wanita Muslim. Saya ingin menunjukkan bahwa kami bukan hanya bisa menjadi bagian tim Olimpiade, tetapi tim Olimpiade AS yang terkuat dibandingkan tim negara lain,” tandasnya beberapa waktu lalu. (Meutia)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here