Terburu-buru Melakukan Kebaikan

166
Gus Baha.

Muslim Obsession – Diriwayatkan bahwa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam jika berjalan terlihat cepat. Jalannya beliau diibaratkan seperti menuruni anak tangga yang maknanya berjalan cepat.

Dari riwayat tersebut, Gus Baha menjelaskan, ciri utama berpikir secara Qurani adalah mencari sifat para waliyullah.

“Dan ternyata sifat wali Allah itu bergegas dalam melakukan kebaikan, terburu-buru dalam melakukan kebaikan. Sebaliknya, sifat orang munafik adalah bermalas-malasan dalam melakukan kebaikan,” ujar Gus Baha dalam sebuah kajiannya.

Baca juga: Mengenal Gus Baha: Tak Punya WhatsApp, Tampilan Ndeso, hingga Model Dakwahnya

Gus Baha mengutip potongan ayat dari QS. An-Nisa’ [4]: 142:

إِنَّ المُنَـٰفِقِینَ یُخَـٰدِعُونَ ٱللَّهَ وَهُوَ خَـٰدِعُهُمْ وَإِذَا قَامُوْا إِلَى ٱلصَّلَوٰةِ قَامُوا كُسَالَىٰ یُرَاۤءُونَ ٱلنَّاسَ وَلَا یَذْكُرُونَ ٱللَّهَ إِلَّا قَلِیلا

“Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali”.

Baca juga: Gus Baha Jelaskan Keistimewaan Ayat Kursi

Menurutnya, salah satu ciri orang munafik itu malas dalam melaksanakan shalat. Oleh karenanya dalam Kitab Fathul Mu’in, jelasnya, seseorang ketika akan melaksanakan shalat harus terlihat terburu-buru.

“Harus sedikit terburu-buru, sebagai pengingat agar kamu tidak termasuk ke dalam golongan orang-orang munafik,” tandasnya. (Fath)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here