Terbuat dari Karang dan Lumpur, Masjid Al-Aqroubi Bertahan 1 Abad Lebih

654
Terbuat dari batu karang dan lumpur yang ditarik dari laut, Masjid Al-Aqroubi berdiri sekitar 30 meter dari menara masjid. (Photo: Pawan Singh/The National)

Muslim Obsession – Masjid berusia 100 tahun lebih yang dibangun oleh para penyelam mutiara ini telah teruji waktu. Masjid yang dikenal dengan nama Al-Aqroubi ini, terbuat dari karang dan lumpur.

Dibayangi oleh gedung pencakar langit di sekitarnya selama bertahun-tahun, masjid berwarna pasir ini mungkin terlihat biasa saja dari luar. Tapi, makna sejarahnya sama kaya dengan permadani-permadani yang melapisi lantainya.

Masjid sederhana di Uni Emirat Arab (UEA) ini dibangun oleh penyelam Emirat yang tinggal di Al-Khan, sebuah desa nelayan di selatan Emirat. Tampak sangat otentik di pantai yang tenang di Sharjah.

Tahun 1904 silam, Rashid Al-Aqroubi membangun rumah ibadah, yang kemudian dikenal sebagai Masjid Al-Aqroubi, diambil dari potongan namanya. Bahkan pada tahun itu, UEA belum terbentuk dan belum menemukan sumber kekayaan minyak.

Suatu ketika, Al-Aqroubi menginginkan tempat di mana dia dan rekan-rekannya dapat berdoa dan shalat setiap kali mereka kembali dari laut. Masjid yang bertengger di tepi pantai Al-Khan ini memiliki lebar sekitar 80 meter, dan menjadi salah satu masjid terkecil di negara tersebut. Karena hanya mampu menampung sekitar 100 orang.

Menara masjidnya terletak sekitar 30 meter dari lokasi masjid dan tingginya kurang dari 4 meter. Masjid dan halamannya yang sederhana dibangun dari bebatuan, karang dan lumpur yang ditarik dari laut. Sebagaimana umumnya di daerah itu pada saat itu.

Dikutip dari The National, Kamis (24/5/2018) Masjid Al-Aqroubi dipagari dengan dinding kecil. Saat musim dingin, orang-orang akan berdoa dan shalat di dalam Masjid. Tapi saat musim panas begitu mencengkram dan sebelum AC dipasang, orang-orang akan shalat di luar Masjid.

Maka dari itu, untuk memberi keteduhan, mereka menanam pohon palem di tengah halaman. Selain itu, mereka membuat sumur karena kurangnya irigasi. Meskipun sumur tersebut belum digunakan selama bertahun-tahun, tapi saat ini sudah dipulihkan kembali.

Pintu Masjid Al-Aqroubi terbuat dari kayu yang lapuk. Di dalamnya, ada lentera sederhana menggantung dari balok kayu tradisional, yang membentengi langit-langit, dengan lima pilar beton putih.

Sedangkan tiga dari enam jendela berbingkai kayu itu menghadap ke laut, tempat di mana para penyelam mutiara mempertaruhkan hidup mereka. (Vina)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here