Tengku Zulkarnain: Kritik itu Ditanggapi, Bukan Ditangkapi!

336
Tengku Zulkarnain.

Jakarta, Muslim Obsession – Wakil Sekjen MUI Tengku Zulkarnain berkisah tentang kehebatan sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, Umar bin Khattab. Sosok tegas yang disegani kawan dan ditakuti lawan itu tak antikritik meski saat itu ia merupakan khalifah, pemimpin bagi umat Islam.

Lewat akun Instagramnya, Rabu (8/4/2020), Tengku Zulkarnain menuliskan kisah yang menginspirasi tersebut.

Satu hari Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu berdiri dan berkhutbah sesaat baru dilantik menjadi khalifah pengganti Abu Bakr Ash-Shiddiq radhiyallahu ‘anhu.

Beliau berkata di depan hadirin yang baru membai’atnya menjadi khalifah, “Apa yang akan kalian perbuat jika aku melakukan tindakan yang melanggar aturan Allah dan Rasul-Nya…?”

Tidak ada yang menjawab. Semua mata hanya menatap beliau. Sejurus kemudian beliau mengucapkan kalimat yang sama. Kembali tidak ada yang menjawab, karena semua yang hadir yakin, mustahil beliau akan melakukan hal tersebut.

Dan, untuk ketiga kalinya beliau mengulangi pertanyaannya, “Apa yang kalian perbuat, jika aku sebagai pemimpin kalian melakukan tindakan yang melanggar aturan Allah dan Rasul-Nya…?”

Sontak seorang pemuda berdiri, mengacungkan pedang dan berseru, “Jika engkau bertindak melanggar aturan Allah dan Rasul-Nya, maka pedang ini akan kukalungkan ke lehermu…!”

Sayyidina Umar bin Khattab tersenyum lega. “Alhamdulillah….” Beliau memuji Allah dan bersyukur atas seorang pemuda yang berani mengkontrol tindakannya ke depan, selama menjadi pemimpin tertinggi.

Perilaku Khalifah Umar bin Khattab tersebut, menurutnya, sangat mengagumkan. “Dan, kaum beliau Bani Adiy pun tidak ada yang kemudian melakukan bullying kepada pemuda itu dengan mengatakan, ‘Ente Radikal, anti persatuan, penyebar kebencian’ dan lain-lain ungkapan yang kini justru lazim dilontarkan kepada para pengkritik. Dimana manusia zaman ini di mana-mana berteriak bangga: “Kami Demokrasi, kami menghormati hak setiap orang untuk bicara. Omong kosong…!” tandas Tengku Zulkarnain.

Tengku Zulkarnain menegaskan, kkritik sekeras apapun yang dialamatkan oleh para pengkritik kepada penguasa, mestinya ditanggapi bukan ditangkapi.

Karena kritik dimaksudkan untuk membangun peradaban, dan muncul dari orang yang punya rasa tanggung jawab atas kemashlahatan negerinya. “Bukan pengkhianat penjual negara demi ambisi,” tulisnya lagi.

Menurutnya, sungguh hebat pemimpin yang menanggapi kritik dengan memperbaiki kinerja. Itu menunjukkan betapa berkualitasnya sang pemimpin tersebut.

“Di zaman modern ini pemimpin model Fir’aun dan Namrudz yang anti kritik tidak akan laku, dan pasti akan tenggelam dikubur oleh ulahnya sendiri,” tandasnya. (Fath)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here