Temuan Beras Ramah Diabetes Siswa MAN 1 Kudus Diganjar Bronze Medal di Thailand

246
MAN 1 Kudus (Foto: Kemenag)

Jakarta, Muslim Obsession – Tim Riset MAN 1 Kudus unjuk prestasi internasional di awal 2020. Mereka meraih medali Thailand Inventors Day (TID) pada ajang International Intellectual Property, Innovation and Technology Exposition (IPITEx 2020).

Ajang ini berlangsung di Bangkok International Trade and Exhibition Centre, 2 – 6 Februari 2020. IPITEx tahun ini mengangkat tema Aplication of Technology.

MAN 1 Kudus mengirimkan Tim Riset dengan inovasi “ARASS : Agroforestry Analogue Rice Combined with Seagrass Seeds” atau “Beras Analog Kaya Antioksidan dan Rendah Glukosa, sebagai Inovasi Beras Sehat”. Tim ini terdiri atas: Alfi Fatimatuz Zahro, Indra Faizatun Nisa’, Novilla Dwi Candra. Selaku guru pembimbing, Nurul Khotimah.

“Alhamdulillah, Tim ARASS MAN 1 Kudus berhasil meraih Bronze Medal dan Special Award dari Negara Kanada sebagai apresiasi atas penemuan/inovasi tim,” terang Alfi Fatimatuz Zahro, dirilis Kemenag (7/2/2020).

Menurutnya, inovasi ARASS dilatarbelakangi fakta bahwa Indonesia merupakan negara yang memiliki kekayaan alam melimpah, baik wilayah laut maupun wilayah darat. Di laut, salah satu tumbuhan yang jarang dimanfaatkan adalah Tumbuhan Lamun. Padahal, tanaman ini mengandung antioksidan tinggi. Sementara di darat, Indonesia juga kaya akan tumbuhan agroforestri, seperti ubi kayu dan jagung.

“Keduanya memiliki kandungan rendah glukosa,” terang Alfi.

Sayang, tumbuhan ini belum dimanfaatkan secara maksimal. Hal itu yang kemudian motivasi Tim Riset MAN 1 Kudus untuk membuat beras analog dari biji lamun, tepung mocaf dan tepung jagung. Beras analog ini diberi nama “ARASS”.

“Beras analog ARASS kaya antioksidan, rendah glukosa, protein dan karbohidrat. Ini beras sehat, penangkal radikal bebas dan stres oksidatif,” jelas Alfi.

Sebagai pembimbing, Nurul Khotimah menjelaskan, bahwa penelitian manfaat beras analog ini sudah dilakukan dengan uji Indeks Glikemik. Sehingga, beras ini juga baik untuk dikonsumsi penderita diabetes.

“Kelebihan ARASS dengan beras lain, selain ada kandungan protein dan karbohidrat juga kaya antioksidan dan rendah glukosa. Jika beras biasa hanya mengandung protein dan karbohidrat,” lanjutnya.

Terpisah, Kepala MAN 1 Kudus Suhamto mengapresiasi keberhasilan tim ARASS MAN 1 Kudus diajang IPITEx tahun ini. Prestasi ini mengulang dan mempertahankan capaian di IPITEx tahun 2019. “Bersyukur tahun ini dapat meraih medali dan special award lagi,” ucapnya.

Menurut Suhamto, pengiriman peserta di lomba riset dan inovasi merupakan komitmen MAN 1 Kudus yang sejalan dengan tujuan dibukanya Kelas Program MIPA-Sain dan Innovation Program (MIPA-SIP). “Tujuannya, mendorong siswa MAN 1 Kudus untuk mengembangkan minat dan bakat siswa dalam bidang riset melalui penelitian dan inovasi yang dilakukan,” tandasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here