Tekad dan Tawakal, Kiat Sukses LaNyalla Menapaki Karier

174
AA LaNyalla Mahmud Mattalitti. (Foto: istimewa)

Muslim Obsession – Kesuksesan AA LaNyalla Mahmud Mattalitti yang saat ini menjabat sebagai Ketua DPD RI tak dilalui dengan mudah. Ada banyak rintangan yang harus dilewati pria kelahiran Jakarta, 10 Mei 1959 tersebut hingga mengantarkannya menjadi sosok penting di negeri ini.

Setelah melewati sejumlah fase dalam kehidupan, namanya kemudian berkibar sebagai salah satu tokoh politik. Sejumlah posisi pun pernah ia jabat. Salah satunya adalah Ketua Umum PSSI. LaNyalla juga menjelma menjadi pengusaha sukses asal Jawa Timur.

BACA JUGA:

Ketua DPD Tegaskan Perusahaan Harus Jujur Soal Pembayaran THR

Ketua DPD RI Lemahnya Pengawasan Terhadap Aset Sangat Merugikan Pemda

Berkaca pada Kasus ZA, LaNyalla Ingatkan Milenial Rentan Terpapar Aksi Terorisme

Di balik kesuksesan tersebut, LaNyalla memiliki kisah-kisah pedih yang membuatnya harus jatuh bangun. Ia memulai semua usahanya dari nol. Ya, LaNyalla meniti segalanya dari bawah. Bukan tanpa kelok.

Pria yang selalu berbicara dengan gaya terbuka dan tegas ini, menapaki karier dengan penuh keringat dan pengorbanan.

LaNyalla muda pernah bekerja serabutan. Menjadi sopir angkot Wonokromo-Jembatan Merah Surabaya hingga sopir minibus jurusan Surabaya-Malang pernah dilaluinya.

LaNyalla bahkan sempat menekuni karier sebagai ahli terapi penyakit dengan cara pengobatan alternatif. Sejumlah kalangan masyarakat menjadi pasiennya, dari pedagang kaki lima sampai dosen. Karena tidak mau dicap sebagai dukun, LaNyalla memilih menghentikan praktiknya.

“Hidup memang bukan seperti sebentang garis lurus di peta. Tidak ada hidup yang tanpa kelokan. Karena manusia memang selalu dihadapkan pada banyak tantangan. Di mana pun dan kapan pun,” ujar LaNyalla.

LaNyalla dilahirkan dari keluarga Bugis. Kakeknya, Haji Mattalitti, adalah saudagar Bugis-Makassar terkenal di Surabaya. Bapaknya, H. Mahmud Mattalitti, adalah staf pengajar Fakultas Hukum Universitas Airlangga. Juga pernah menjabat sebagai Pembantu Dekan Fakultas Hukum di kampus negeri tersebut.

Namun, LaNyalla tidak pernah menggunakan nama besar keluarga dalam hidupnya.

Menginjak dewasa, LaNyalla memilih tinggal di kompleks Makam Sunan Giri, Gresik. Di kompleks makam Wali itu, dia menghimpun banyak warga kurang mampu.

Sebagian di antaranya malah sekelompok orang yang sering dicap sebagai preman oleh masyarakat. Namun, cibiran itu tidak menyurutkan semangatnya. LaNyalla mengajak warga kurang mampu itu untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Hasilnya LaNyalla memiliki ribuan pengikut yang setia hingga kini.

“Kalau Anda melihat saya seperti sekarang, itu karena tekad saya bulat. Kerja sungguh-sungguh, tetapi tetap tawakal kepada Allah,” kata pengusaha konstruksi ini. (**)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here