Tega! Hanya Karena Sulit Diajari Belajar Online, Bocah Ini Dipukuli Sampai Meninggal

115

Tanggerang, Muslim Obsession – Di tengah situasi pandemi ini, semua proses belajar siswa dilakukan secara online atau daring. Kewajiban orangtua adalah mengajari jika sang anak tidak paham dengan mekanisme pembelajaran yang baru. Karena semua anak belum tentu bisa.

Inilah yang terjadi pada anak usia 8 tahun kelas 1 SD di Tangerang, ia tak paham dengan sistem belajar online sehinga butuh bimbingan dari orangtua. Namun karena anak sulit untuk diajari, dan orangtua tidak sabar, akhirnya sang anak menjadi korban kekerasan sampai akhirnya dia meninggal.

Pasanga suami istri yang menganiaya anaknya itu berinsial IS (27) dan LH (26). Hanya karena tak sabar mengajari korban, LH kemudian melakukan kekerasan fisik pada anak perempuan itu, mulai dari tangan kosong sampai menggunakan sapu.

Mirisnya, sang anak meninggal dunia. Panik, orangtua kemudian menguburkan bocah tersebut masih dengan pakaian lengkap.

Peristiwa itu terjadi pada 26 Agustus 2020 lalu di rumah kontrakan mereka, Kecamatan Larangan, Kota Tangerang.
LH mengaku saat itu ia sedang mengajarkan anaknya belajar. Namun, sang anak membuatnya kesal karena susah diajari saat belajar online.

“Kami dalami mereka, khususnya kepada almarhum yang merupakan anak kandungnya sendiri dia merasa kesal, merasa anaknya ini susah diajarkan, susah dikasih tahu, sehingga kesal dan gelap mata,” kata Kasat Reskrim Polres Lebak Iptu David Adhi Kusuma, Selasa (15/9/2020).

Menurut David, LH melakukan serangkaian tindak kekerasan, seperti mencubit, memukul tangan kosong hingga menggunakan sapu.

Ketika korban sudah tersungkur lemas, LH tidak berhenti melakukan kekerasan, bahkan memukul kepala bagian belakang tiga kali.

Mengetahui kejadian tersebut, sang suami IS sempat marah kepada LH dan berinisiatif membawa korban keluar dari rumah. Alasannya ialah agar korban mendapatkan udara segar dan kembali sehat.

Karena kondisi sudah lemah, akhirnya korban meninggal di perjalanan. “Dibawa keluar cari udara segar, anak ini kan sesak napas, harapannya bisa baikan, tapi saat dalam perjalanan meninggal dunia,” kata David.

IS dan LH kemudian membawa jasad anak mereka TPU Gunung Kendeng, Kecamatan Cijaku, Lebak, Banten.
Alasannya agar mereka tidak meninggalkan jejak pembunuhan.

Ironisnya, jasad anak itu dibawa menggunakan sepeda motor. Korban dikubur dengan pakaian lengkap di TPU Gunung Kendeng Lebak. Keberadaan jenazah korban tersebut baru diketahui 12 September 2020 oleh warga setempat.

Kasus itu berawal dari kecurigaan warga di sekitar TPU Gunung Kendeng, Lebak. Warga curiga lantaran tidak ada orang yang meninggal beberapa pekan terakhir di daerah mereka.

Setelah makam dibongkar oleh warga setempat, mereka terkejut mendapati sesosok mayat bocah perempuan dalam kondisi masih berpakaian lengkap. Warga kemudian melaporkan kejadian ini ke polisi. (Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here