TAWAKKAL

167

Oleh: Abdul Rahman Al-Habsyi (Majelis Sahabat Iman)

Tawakal berarti memilih wakil. Bahwa kredibilitas wakil yang baik, paling tidak dari empat sifat: yaitu berpengetahuan cukup, kepercayaan, berkemampuan, dan penuh perhatian.

Maka tawakal kepada Allah tidak mempunyai maksud lain, kecuali bahwa manusia menjadikan Allah sebagai wakilnya dalam menghadapi persoalan, musibah, musuh, dan masalah yang dihadapinya.

Ketika seseorang telah sampai pada jalan buntu dalam upaya mencapai tujuan dan tidak punya kemampuan lagi untuk menyelesaikan dan memecahkannya, ia akan sandarkan diri kepada-Nya dengan tanpa menghentikan usahanya.

Dan jika ia mempuyai kemampuan untuk melakukan tugasnya, ia tetap menganggap bahwa restu Allah lah yang akhirnya ia menjadi sukses

Dalam sebuah Hadis Qudsi

يَقولُ اللّهُ عَزَّوَجَلَّ ما مِنْ مَخْلوقٍ يَعْتَصِمُ دونى إِلاّ قَطَعْتُ أسْبابَ السَّماواتِ وَأسبابَ الأَْرْضِ مِنْ دونِهِ فَإِنْ سَأَلَنى لَمْ اُعْطِهِ وَإِنْ دَعانى لَمْ اُجِبْهُ؛

كافى: ۲/۶۵/۵

“Allah ‘Azza wa Jalla berfirman: “Tiada satu makhluk pun yang bersandar pada selain-Ku kecuali Aku putuskan sebab-sebab rizki dari langit dan bumi. Jika ia memohon kepada-Ku maka Aku tidak memberinya dan jika ia berdoa pada-Ku maka aku tidak akan menjawabnya”.

Semoga Kita dapat hidup dalam bingkai tawakkal.

Barokallah Fiikum.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here