Tanya-Jawab: Ngaji Sambil Menyusui, Batal Tidak Wudhunya?

120
Ilustrasi: Ibu menyusui.

Oleh: Drs. H. Tb. Syamsuri Halim, M.Ag (Pimpinan Majelis Dzikir Tb. Ibnu Halim dan Dosen Fakultas Muamalat STAI Azziyadah Klender)

Tanya:

Assalamu’alaikum wr wb. Mau nanya, Pak Ustadz. Harim ana sehabis shalat, lalu bergegas ngaji. Di pertengahan ngaji anaknya minta ASI. Nah, hukumnya Pak Ustadz? Apa diperbolehkan ngaji sambil menyusui Pak Ustadz?

Jawab:

Wa’alaikumussalam, wr, wb.

Tidak batal wudhunya menyusui bayi, kecuali suaminya minta baru batal karena tersentuh kulit laki-laki. Karena pasangan suami-istri boleh dinikahi, sedangkan mahram tidak boleh dinikahi, makanya mahram tidak batal. Siapa itu mahram?

Berikut mahram-mahram kita:

  1. Ayah ke atas misalnya kakek dan nenek.
  2. Saudara ayah dan ibu kita, baik adik maupun kakaknya ayah dan ibu kita, mereka tidak batal karena mereka tidak boleh menikahi kita.
  3. Mertua, baik ayahnya maupun ibunya. Bila tersentuh oleh kita tidak batal karena itu mereka tidak boleh dinikahi.

Adapun perkara-perkara yang membatalkan wudhu menurut kitab Matan Abi Sujaa’i/20 madzhab Imam Syafii adalah:

نواقض الوضوء (فصل) والذي ينقض الوضوء ستة اشياء ما خرج من السبيلين والنوم على غير هيئة المتمكن وزوال العقل بسكر أو مرض ولمس الرجل المرأة الأجنبية من غير حائل ومس فرج الآدمي بباطن الكف ومس حلقة دبره على الجديد

[PASAL] Perkara yang membatalkan wudhu:

  1. Perkara yang keluar dari salah satu dua jalan (kemaluan dan anus)
  2. Tidur dengan tidak menetapkan pantatnya
  3. Hilangnya akal sebab mabuk atau sakit
  4. Persentuhan kulit antara lelaki wanita dewasa tanpa penghalang
  5. Menyentuh kelamin anak adam dengan perut telapak tangan
  6. Menyentuh lubang anus menurut qaul jadid-nya Imam Syafi’i.

Wallahu a’lam bish shawab.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here