Tanya-Jawab: Hukum Seputar Haidh dan Shalat

42

Oleh: Drs H. Tb Syamsuri Halim, M.Ag (Pimpinan Majelis Dzikir Tb. Ibnu Halim dan Dosen Fakultas Muamalat STAI Azziyadah Klender)

Pertanyaan:

Assalamu’alaikum, wr, wb. Maaf, Pak Kiai..menyangkut masalah haidh dengan mengqadha shalat, seandainya si wanita haidh dan sudah masuk waktu shalat tapi dia belum shalat itu bagaimana? Apakah jadi utang atau dia sudah gugur kewajiban waktu shalat tersebut? Mohon penjelasannya, Pak Kiai. 🙏🙏🙏

Jawaban:

Wa’alaikumussalam, wr, wb. Kalau dia sudah berhenti haidhnya, pas seperempat jam ternyata saat dia mandi sudah habis waktu Ashar dia hanya dapati Shalat Maghrib, maka dia mesti mengqadha Shalat Ashar di waktu Maghrib itu.

Lalu, kalau misalkan masuk waktu Ashar tapi dia belum shalat sampai sekitar jam 4 dan tiba-tiba dia haidh itu bagaimana?

Karena sudah masuk waktu shalat, dan dia ada udzur maka wajib baginya untuk mengqadha shalatnya nanti setelah suci. Keterangan dalilnya adalah sebagai berikut:

مباحث قضاء الصلاة الفائتة حكمه

قضاء الصلاة المفروضة التي فاتت واجب على الفور سواء فاتت بعذر غير مسقط لها أو فاتت بغير عذر أصلا باتفاق ثلاثة من الأئمة – الشافعية قالوا : إن كان التأخير بغير عذر وجب القضاء على الفور وإن كا…ن بعذر وجب على التراخي

QADHA SHALAT

Hukum mengqadha shalat fardhu menurut kesepakatan tiga madzhab (Hanafi, Maliki dan Hanbali) adalah wajib dan harus dikerjakan sesegera mungkin baik shalat yang ditinggalkan sebab adanya udzur (halangan) atau tidak.

Sedangkan menurut Imam Syafi’i qadha shalat hukumnya wajib dan harus dikerjakan sesegera mungkin bila shalat yang ditinggalkan tanpa adanya udzur dan bila karena udzur, qadha shalatnya tidak diharuskan dilakukan sesegera mungkin. [ Al-Fiqh ‘alaa Madzaahiba l-Arba’ah I/755 ].

Demikian, wallahu a’lam bish shawab.


Sobat Muslim dipersilakan mengirimkan pertanyaan seputar Ilmu Fiqih, insya Allah akan dijawab oleh Ustadz Drs. H. Tb. Syamsuri Halim, M.Ag (Pimpinan Majelis Dzikir Tb. Ibnu Halim dan Dosen Fakultas Muamalat STAI Azziyadah Klender).

Kirim pertanyaan ke email: redaksi@muslimobsession.com dan muslim.obsession161@gmail.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here