Tantangan Islamophobia di Amerika Serikat

1177
Imam Shamsi Ali (Foto: Fikar OMG)

Oleh: Imam Shamsi Ali (Presiden Nusantara Foundation dan Pendiri pondok pesantren di Amerika)

Jika melihat perkembangan Islam di Amerika, tidak disangkal lagi bahwa saat ini ada semacam realita paradoks yang sedang terjadi. Di satu sisi tantangan Islamophobia semakin menjadi-jadi. Terlebih di bawah pemerintahan Donald Trump saat ini. Tapi di sisi lain Islam juga mengalami perkembangan yang cukup pesat. Tidak saja secara kualitas, tapi juga yang terpenting secara kualitas.

Salah satu contoh terakhir adalah terpilihnya dua orang wanita muda Muslimah ke Kongress Amerika. Satu warga keturunan Palestina dan satu lagi warga keturunan Somalia. Dua negara asal yang sejatinya dapat dilihat secara sebelah mata (under estimated).

Terpilihnya dua warga Amerika Muslim ini, apalagi dua wanita dan satunya berjilbab rapih, menjadi catatan sejarah tersendiri bagi perjalanan dakwah dan perkembangan Islam di Amerika Serikat. Apalagi keduanya merupakan suara vokal anti berbagai kebijakan Donald Trump yang diskriminatif, khususnya kepada imigran dan Muslim.

Perkembangan Islam yang demikian tentu semakin nampak di mata publik Amerika. Penampakan itu secara alami pula akan menimbulkan kekhawatiran dan ketakutan (phobia) bahkan kebencian (hate). Situasi ini semakin memburuk karena seolah mendapat “justifikasi” kekuasaan dari Gedung Putih.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here