Tanpa Islam Tidak Ada Indonesia

240
Aksi umat Islam. (Foto: japantimes.co.jp)

Judul Buku: Jejak Perjuangan Para Tokoh Muslim Mengawal NKRI 

Penulis: Lukman Hakiem

Kata Pengantar: Prof. Dr. Laode M. Kamaluddin

Jumlah halaman: xix + 352

Penerbit: Pustaka Al-Kautsar, Jakarta, 2018

 

PADA pertengahan 1990-an sejarawan terkemuka Taufik Abdullah –seperti dikutip majalah Media Dakwah No. 241, Muharram 1415/Juli 1994–  meresensi buku Muslims Through Discourse. Buku ini tidak berbicara mengenai umat Islam di Saudi Arabia atau kaum Muslim di Pakistan.

Buku ini membahas mengenai masyarakat Muslim di Gayo, Aceh Tengah. Salah satu kesimpulan akhir buku itu adalah masyarakat Gayo memperoleh kesadaran sebagai bagian dari bangsa tidak melalui proses peralihan yang oleh Cliffofd Geertz disebut “dari masyarakat lama (old society) ke negara baru  (new state),” melainkan melalui wacana Islam. Melalui diskursus Islam, masyarakat Gayo merasa menjadi bagian dari bangsa Indonesia.

Di daerah-daerah lain seperti di Sumatera Barat dan Tapanuli Selatan, Taufik menyakini prosesnya sama dengan Gayo. Taufik menduga di Kalimantan Selatan juga terjadi proses seperti itu.

Melihat pertempuran 10 November 1945 di Surabaya, Taufik yakin proses pertumbuhan rasa kebangsaan Indonesia di Jawa tidak berbeda dengan proses yang terjadi di daerah-daerah lain, yakni melalui wacana Islam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here