Tanpa Al-Quran

772

Oleh: Ustadz Felix Siauw (Pengemban Dakwah)

Benar-benar sedih saat kita mendapati ayat-ayat yang sudah kita hafalkan lalu hilang seolah tak pernah menghampiri hati. Mencelos hati rasanya, lalu berpikir apa dosa yang jadi penyebab lupa.

Sebab jiwa tanpa Al-Quran disifati Rasulullah sebagai rumah bobrok. Rumah tanpa bacaan Al-Qur’an seperti layaknya kuburan. Dikhawatirkan penghuninya sama dengan mayat yang sudah tak mampu mengaji.

Adapun hafalan Al-Quran cepat sekali lepasnya, lebih cepat dari unta yang tak diikat. Maksiat, kelalaian, bahkan kemalasan menjadi penyebabnya. Ya Rabb, jangan sampai kecintaan pada Al-Qur’an ini yang Engkau cabut.

Sebab tanpa Al-Qur’an, kita takkan paham bagaimana mencintai Allah dan Rasul dengan semestinya. Kita sesat tanpa petunjuk, dimurkai tanpa ampunan. Tanpa Al-Qur’an maka takkan lengkap keimanan kita.

Al-Qur’an adalah penghubung kita dengan Allah, tanda kenangan dari Rasulullah kepada kita, gambaran para sahabat bagi kita. Menghafal Al-Qur’an berarti meneruskan tradisi para penghuni surga.

Ya Allah penuhi jiwa kami dengan ayat-ayat-Mu, dan amal-amal kami agar senantiasa terkait dengannya. Bila tidak juga, mohon hati ini dipenuhi dengan kecintaan pada Al-Qur’an.

Sebab saat kami tak lagi mampu membela diri kami, Al-Qur’anlah yang akan datang membersamai kami. Sebab kebersamaan kami di dunia dengannya jadi penyembuh dan pembela kami di akhirat.

Aamiin Yaa Rabb

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here