Taliban Tolak Hadiri Pertemuan Ulama Tiga Negara

708
Jusuf Kalla dan Retno Marsudi di kantor MUI bahas persiapan pertemuan para ulama Afghanistan, Pakistan, Indonesia.
Jusuf Kalla dan Retno Marsudi di kantor MUI bahas persiapan pertemuan para ulama Afghanistan, Pakistan, Indonesia. (Foto: Kumparan)

Jakarta, Muslim Obsession – Majelis Ulama Indonesia (MUI) menilai Taliban belum menerima informasi secara utuh tentang konferensi perdamaian Afghanistan yang diinisiasi Indonesia.

Demikian dikatakan Ketua MUI Bidang Luar Negeri Muhyiddin Junaidi menanggapi penolakan Taliban untuk turut menghadiri pertemuan ulama tiga negara yang bakal digelar akhir Maret nanti.

“Ada kesan dari pihak Taliban seakan-akan Indonesia menjadi mendukung pemerintah Afghanistan dan kekuatan asing, khususnya Amerika Serikat,” ujar Muhyiddin di Jakarta, Senin (12/3/2018).

Muhyiddin menegaskan posisi Indonesia netral dalam konflik Afghanistan dan tidak memihak kepada salah satu pihak. “Kita tidak pro pemerintah Afghanistan dan juga Taliban,” jelasnya.

Namun demikian, Muhyiddin mengatakan MUI masih mengkaji penolakan Taliban apakah hal tersebut pernyataan resmi atau jawaban spontan atas pertanyaan media.

“Atau (penolakan) ini hanya test the water untuk mengetahui respon jika Taliban tidak ikut,” jelasnya.

Muhyiddin menegaskan, MUI sudah berencana memberikan undangan langsung ke Taliban dan menjelaskan maksud pertemuan tiga ulama. Namun, kata Muhyiddin, MUI masih menunggu sinyal dari Pemerintah Pakistan yang banyak memberikan tempat kepada Ulama Taliban.

“Pakistan memegang kartu truf,” ungkapnya.

Sebelumnya, Taliban telah menyuarakan penolakan terhadap pertemuan ulama tiga negara Afghanistan, Pakistan, dan Indonesia yang akan digelar di Jakarta.

“Dengan memberikan legitimasi kepada pemerintahan di Kabul dan dengan upaya propagandanya, AS ingin menipu negara-negara Muslim. Pertemuan para ulama di Indonesia atau beberapa negara Islam lainnya merupakan langkah yang menyesatkan,” ujar Juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid. (Bal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here