Taliban Larang Pria Afghanistan Cukur Jenggot Karena Menyalahi Syariat

64

Kabul, Muslim Obsession – Aturan syariat Islam yang diterapkan Taliban bukan hanya mengatur pada sistem pemerintahan Afghanistan, tapi juga menyasar pada privasi seseorang. Ini terjadi ketika Taliban melarang pria di Afghanistan untuk mencukur jenggot.

Menurut keterangan polisi keagamaan yang dibentuk milisi, memotong jenggot adalah tindakan yang menyalahi syariat Islam. Siapapun yang melanggar bakal mendapatkan hukuman.

Perintah itu tidak hanya diberikan kepada tukang cukur di Provinsi Helmand, tetapi juga di ibu kota Kabul. Sejak kembali ke kekuasaan pada 15 Agustus, Taliban sudah mulai menerapkan aturan ketat yang sempat berlaku pada 1996-2001.

Pada Sabtu (25/9/2021), milisi menembak mati dan menggantung mayat empat terduga penculik di alun-alun kota Herat. Dalam pengumuman yang diberikan kepada salon di Helmand, milisi memeringatkan untuk mengikuti syariat mengenai gaya rambut dan jenggot.

“Tidak ada yang berhak untuk melontarkan keluhan,” demikian isi dalam pengumuman itu seperti dilansir BBC, Ahad (26/9/2021).

Salah satu pemilik salon di Kabul mengungkapkan, Taliban sering mendatanginya dan memerintahkannya berhenti mencukur jenggot.

“Salah satu dari anggota mereka mengancam, mereka bakal mengirim polisi yang menyamar untuk menangkap kami,” kata dia.

Penata rambut lain di ibu kota juga menceritakan, dia sempat ditelepon pejabat yang memintanya tidak meniru gaya AS.

Selama berkuasa pada 1996-2001, Taliban melarang gaya rambut flamboyan dan setiap pria Afghanistan diwajibkan menumbuhkan jenggot.

Tetapi sejak mereka dilengserkan 20 tahun silam, penampilan wajah yang mulus begitu populer dengan publik ke salon untuk mendapat gaya yang oke.

Si pemilik salon yang tidak ingin disebutkan identitasnya tersebut berujar, aturan baru itu membuat mereka kesulitan mencari nafkah.

Selama bertahun-tahun, dia menceritakan salonnya menjadi rujukan anak muda yang ingin tampil trendi dengan wajah bersih.

“Salon fesyen dan tukang cukur jadi bisnis yang dilarang. Ini pekerjaan saya selama 15 tahun. Saya tidak yakin ingin melanjutkannya lagi,” kata dia.

Tukang cukur lain di Herat mengatakan, meski dia belum mendapat permintaan resmi, dia sudah berhenti menawarkan cukur jenggot.

Dia berkata, pelanggan juga berhenti meminta jenggotnya dicukur karena takut menjadi target Taliban saat di jalan.

Dampaknya, publik pun mulai jarang ke salon. “Tidak ada lagi yang peduli dengan tatanan rambut maupun jenggot mereka,” paparnya. (Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here