Taliban Larang Perempuan Terjun ke Dunia Olahraga

52

Jakarta, Muslim Obsession – Pemerintahan Afghanistan di bawah kekuasaan Taliban memberlakukan aturan yang ketat bagi perempuan yang hendak tampil di ruang publik. Salah satunya melarang terjun ke dunia orahraga dengqn alasan wajah dan tubuh mereka terbuka.

Taliban memerintahkan perempuan untuk tetap di rumah sementara waktu, dan membubarkan demonstrasi setelah mereka memperkenalkan kabinet mereka.

Kini, Wakil Menteri Kebudayaan Ahmadullah Wasiq menyatakan, penerapan syariat juga menyasar perempuan dan olahraga.

“Saya mengira tidak mungkin wanita diizinkan bermain kriket karena jelas tidak perlu,” kata Wasiq kepada media Australia SBS.

Wasiq menjelaskan dalam kriket, ada kondisi yang membuat wajah dan tubuh wanita terekspos. “Islam melarang perempuan demikian,” ujar dia.

Dia berpandangan saat bermain, foto-foto si atlet akan menyebar di internet dan dilihat oleh banyak orang.

Islam dan Emirat Islam (Afghanistan) tidak mengizinkan perempuan bermain kriket atau olahraga lain yang membuat mereka terbuka,” tegasnya.

Taliban sebelumnya sudah menjanjikan bahwa perempuan diperbolehkan kembali untuk bekerja. Tetapi janji itu kini dipertanyakan.

Sebabnya adalah cara mereka menindak perempuan yang berpartisipasi dalam aksi protes, dengan foto memperlihatkan mereka dikunci di ruang bawah tanah.

Wanita di Afghanistan mengalami masa depan tidak pasti sejak AS dan sekutunya menarik pasukan pada Agustus lalu.

Kemerdekaan yang mereka dapatkan hancur dalam sekejap. Tidak sedikit yang ingin kabur atau terlalu takut meninggalkan rumah.

Wida Zemarai, pelatih kiper Afghanistan kepada Expressen mengatakan, milisi usdah menegaskan mereka akan mengambil kaum Hawa sebagai budak seks.

“Jika Taliban sampai menangkap gadis itu, mereka jelas tidak akan dibiarkan diam begitu saja di rumah,” kata Zemarai.

Dilansir Daily Mail Rabu (8/9/2021), Zemarai menuding milisi akan memerlakukan mereka sebagai budak seks dan terus menyiksa hingga tewas. (Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here