Taliban Hancurkan Patung Pahlawan, Ganti dengan Replika Al-Quran

100
A replica of the Koran is seen on a pedestal after the Taliban replaced a statue of Hazara leader Abdul Ali Mazari, which stood on the same place, in Bamiyan province on November 10, 2021. (Photo by AFP)

Kabul, Muslim Obsession – Sebuah patung pahlawan yang menggambarkan pemimpin kaum Hazara, yakni Abdul Ali Mazari seorang tokoh Syiah dihancurkan oleh rezim Taliban dan menggantinya dengan replika Al-Qur’an.

Patung itu dipenggal oleh granat berpeluncur roket segera setelah Taliban kembali berkuasa pada Agustus silam. Penerapan ajaran Islam secara ketat oleh Taliban telah melarang bentuk manusia digambarkan dalam lukisan dan pahatan, serta mencetak foto dalam kasus-kasus ekstrem.

Banyak bisnis telah menghapus atau menutupi papan reklame dan poster yang menampilkan orang-orang sejak pengambilalihan kekuasaan oleh Taliban.

“Kemarin, patung itu dicopot seluruhnya dan diganti dengan replika Alquran,” kata Abdul Danishyar, seorang aktivis masyarakat sipil di Bamiyan, seperti dikutip dari Arab News, Kamis (11/11/2021). “Mereka berusaha menghapus sejarah dari Bamiyan, orang-orang akan bereaksi keras terhadap ini,” katanya.

Patung Mazari berdiri di alun-alun pusat Bamiyan, tempat Taliban meledakkan dua patung Buddha besar berusia 1.500 tahun pada tahun 2001, tepat sebelum invasi AS yang menggulingkannya. “Alun-alun, dinamai Mazari, telah diubah namanya menjadi Jalan Militer,” kata Danishyar.

Abdul Ali Shafaq, seorang anggota dewan provinsi Bamiyan, mengatakan, dia akan berbicara dengan para pejabat Taliban dan mendesak mereka untuk membatalkan langkah tersebut. “Ini adalah masalah yang sangat sensitif, mungkin memicu reaksi,” katanya.

“Orang-orang di Bamiyan menyukai Mazari, mereka membuat patung baru untuk menggantikan yang hancur sebagian,” lanjutnya. Mazari, seorang pemimpin milisi yang sangat anti-Taliban, terbunuh pada tahun 1995 setelah ditawan oleh Taliban.

Menurut beberapa sumber, Taliban menembaknya setelah dia mencoba merebut senjata salah satu pengawalnya saat dipindahkan dengan helikopter. Dia secara resmi dinobatkan sebagai “Martir untuk Persatuan Nasional Afghanistan” oleh presiden terguling Ashraf Ghani pada 2016.

Komunitas Hazara yang sebagian besar Syiah, yang membentuk sekitar 10 persen dari hampir 38 juta orang Afghanistan. Mereka telah lama dianiaya oleh ekstremis Sunni, seperti kelompok ISIS di negara yang terkoyak oleh perpecahan etnis dan agama. (Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here