Takut Rugi, Inggris Hapus Kata ‘Islamic’ pada Nama Bank Syariah

642
Islamic Bank of Britain (Foto: Flickr)

Muslim Obsession – Pasca pengambilan alih Islamic Bank of Britain (IBB) oleh bank Islam terbesar Qatar, Masraf Ar-Rayan pada 2014, berganti nama menjadi Ar-Rayan untuk menyelaraskan dengan induknya, di saat yang sama sang CEO Sultan Choudhury juga menyampaikan soal re-branding, menghapus kata “Islamic”.

Dengan menghapus kata “Islamic” dari namanya, satu-satunya bank ritel syariah Inggris tersebut mendapati bahwa non-Muslim akan menjadi mayoritas nasabah baru.

“Kita harus melihat merek, terkadang menempatkan merek sebagai bank Islam dapat merugikan kita. Setelah pengambilalihan, kami ingin melihat bagaimana kami menghadirkan bank kepada nasabah. Kami harus mempertimbangkan bagaimana memposisikan merek sebagai all-inclusive,” kata Choudhury seperti dilansir Reuters.

Sebelum diakuisisi oleh Masraf Ar-Rayan, IBB dalam sepuluh tahun terakhir, tercatat bank tersebut tidak pernah menghasilkan keuntungan.

Dengan diakuisisi, memberikan perubahan produk baru dan meningkatkan penawaran digital, akhirnya menghasilkan laba 1,2 juta poundsterling Inggris atau setara USD 1,57 juta pada 2014.

Empat tahun setelah diakuisisi, 55 persen dari semua nasabah baru Ar-Rayan adalah non-Muslim.

Perkembangannya, sekarang Ar-Rayan menjadi salah satu bank dengan pertumbuhan tercepat di Inggris, dengan aset naik 26 persen menjadi 1,81 miliar pound  atau USD 2,38 miliar pada 2017.

Pada tahun yang sama ia memperoleh laba 9,45 juta pound atau USD 12,44 juta sebelum pajak.

“Selalu menjadi target kami untuk menjangkau lebih jauh dan jauh lebih menarik sebagai bank,” kata Simon Walker, kepala penjualan ritel di Ar-Rayan, sebagaimana dilansir dari Salaam Gateway.

Selain karena faktor perubahan nama, bank menganggap para nasabah baru tertarik dengan sifat perbankan syariah-compliance, terlebih karena kepercayaan publik terhadap keuangan konvensional masih lemah pasca satu dekade setelah krisis keuangan global.

“Banyak bank-bank besar, bank konvensional hancur sejak apa yang terjadi di 2008. Kami melihat diri kami sebagai penyedia keuangan syariah yang beretika dan bertanggung jawab. Kami menarik nasabah yang sangat tertarik pada sisi etika perbankan dan mencari tempat yang etis untuk menyimpan uang mereka,” tutur Walker.

Dilansir Sharia News, Kamis (7/2/2019) tingkat imbal hasil atau keuntungan juga disinyalir memiliki peran besar, karena Ar-Rayan memiliki tingkat tabungan yang tinggi.

Pada tanggal 31 Januari, bank meningkatkan imbal hasil pada deposito berjangka tetap 12 bulan dari 2,10 persen menjadi 2,15 persen, mengangkatnya ke top of table di situs perbandingan Moneyfacts Best Buy.

Walker juga menyampaikan berkenaan dengan pasar nonmuslim, Ar-Rayan berada di tabel Best Buy, yang tampaknya bekerja sangat efektif bagi Ar-Rayan.

“Mungkin penampilan di tabel Best Buy yang menarik banyak perhatian pelanggan non-Muslim. Itulah salah satu alasan mengapa non-Muslim tertarik pada Ar-Rayan. Karena untuk mendapatkan laba yang lebih baik dari investasi mereka,” kata Walker. (Vina)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here