Takut Naik Pesawat? Ini Fakta yang Perlu Diketahui Penumpang

61
Sakit telinga saat di pesawat (Foto: Ilustrasi/ 1Health.ID)

Jakarta, Muslim Obsession – Berita kecelakaan jatuhnya pesawat Lion Air JT610 membuat banyak orang jadi merasa takut untuk berpergian menggunakan pesawat. Apalagi kondisi pesawat dan korban semakin memunculkan kekhawatiran saat harus melakukan perjalanan udara.

Tahukah Anda? Padahal menggunakan moda transportasi udara jauh lebih aman ketimbang jenis kendaraan lainnya.

Menurut seorang terapis psikologi kenamaan asal Inggris, Christopher Paul Jones, ada sejumlah pemicu mengapa seseorang takut terbang. Jones menjelaskan bahwa kemungkinan mengalami kecelakaan ketika terbang adalah 1 dibanding 11.000.000 kejadian.

Perbandingan tersebut jauh lebih kecil dari peluang kecelakaan mobil, yakni 1 dibanding 200, menurut versi Lembaga Kesehatan Dunia (WHO). Fakta tersebut mungkin akan membuat seseorang mengubah perspektif tentang perjalanan udara.

” Ketakutan naik pesawat atau aerofobia muncul akibat adanya pengaruh dari media massa. Sebuah kecelakaan pesawat yang menewaskan seluruh penumpang di dalamnya, termasuk para kru, bisa menjadi berita utama (headline). Tak hanya sehari. Tapi berhari-hari,” ungkapnya seperti dikutip Sunday Post, Sabtu (3/11/2018).

Hal tersebut dikarenakan insiden semacam itu sangat jarang terjadi. Misalnya, jatuhnya Lion Air JT 610 di Tanjung Karawang pada 29 Oktober, yang disorot oleh media lokal dan mancanegara.

Kasus lainnya, kematian satu orang penumpang pesawat maskapai Southwest Airlines dengan nomer penerbangan 1380, yang melaju dari New York ke Dallas, Texas, pada 17 April 2018.

Burung besi yang membawa 144 penumpang dan 5 anggota awak itu mengalami kegagalan mesin, sehingga terpaksa melakukan pendaratan darurat di Philadelphia.

” Ada 100.000 penerbangan per hari. Bayangkan jika dibandingkan dengan berapa banyak kecelakaan yang terjadi di jalanan, masih banyak di darat ketimbang di udara,” jelasnya. (Bal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here