Takut Jadi Bodoh Karena Libur Terlalu Lama, Ibu-Ibu Demo di Depan Sekolah

191

Muslim Obsession – Libur sekolah yang terlalu lama karena virus corona ini membuat ibu-ibu merasa khawatir anaknya menjadi bodoh. Mereka pun akhirnya demo di depan sekolah, menuntut agar proses belajar mengajar di sekolah segera dimulai.

Peristiwa itu terjadi di depan sekolah dasar (SD) di Desa Tebul Barat, Kecamatan Pengantenan, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, Senin (13/7/2020). Aksi para ibu tersebut sempat terekam dan menjadi viral di media sosial.

Baca juga: Sedih, Hampir 300 Juta Anak Tak Sekolah Akibat Virus Corona

“Kalau tetap diliburkan, anak-anak kami terampas pendidikannya. Kami takut anak kami bodoh,” kata salah satu ibu di dalam video tersebut.

Menurut Mustofa, salah satu warga Desa Tebul Barat, aksi para ibu dipicu keresahan melihat anak-anak mereka hanya bermain selama empat bulan terakhir. Ini hanya membuat anak-anak menjadi bodoh.

“Wali murid kesal karena libur sekolah terlalu lama. Mereka mendesak agar sekolah diaktifkan kembali,” ungkap Mustofa.

Baca juga: Senat Prancis Larang Orangtua Murid Pakai Hijab Saat Acara Sekolah

Selain itu, menurut para ibu, program belajar jarak jauh pun tak pernah terlaksana dengan baik. Ibu-ibu mengancan akan memindahkan anak mereka ke sekolah lain jika pelajaran tak segera dimulai.

“Jika sekolah ini diliburkan, kami akan memindahkan anak kami ke sekolah lain,” kata salah seorang ibu yang mengenakan kerudung merah.

Tak hanya itu, tampak para ibu tersebut mengajak anak-anak mereka, yang berpakaian seragam sekolah dan membawa tas. Mereka juga ikut dalam barisan demo bersama ibu-ibu.

Baca juga: Sekolah Muslim di Inggris Masuk 10 Besar Sekolah Terbaik

Sementara itu, menurut Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Pamekasan, Fatimatuz Zahrah, pihaknya belum mendapatkan laporan dari kepala sekolah SD tersebut.

Akan tetapi, menurutnya, sekolah tetap akan menuruti imbauan pemerintah untuk menggelar kegiatan belajar di rumah. Hal itu, menurut Fatimatuz, sudah sesuai SKB Menteri untuk memutus penularan corona.

“Tetap tidak bisa dibuka lagi karena kalau dibuka bisa melanggar SKB Menteri,” ujar Fatimatus Zahrah ketika dikonfirmasi. (Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here