Tak Terpisahkan dari Sejarah, Masjid adalah Pilar Utama NKRI

76
Menag Fachrul Razi kembali disorot usai pernyataan 'good looking' yang dinilai sebagai islamophobia oleh sebagian kalangan. (Foto: Kemenag)

Jakarta, Muslim Obsession – Masjid memiliki ikatan kuat dengan perjalanan sejarah bangsa Indonesia. Bukan hanya sebagai tempat ritual keagamaan, namun masjid juga tempat untuk menyatukan tekad perjuangan kemerdekaan.

Tak hanya itu, masjid juga menjadi tempat untuk merumuskan kebijakan dan bahkan peran-peran lainnya yang lebih luas lagi, seperti di bidang kesehatan, ekonomi, pendidikan, dan sebagainya.

“Masjid-masjid di gugusan Nusantara adalah pilar utama NKRI yang telah membuktikan perannya hingga saat ini,” kata Menteri Agama Fachrul Razi dalam Webinar Nasional dengan Asosiasi Masjid Kampus Indonesia (AMKI), Minggu (30/8/2020).

Dalam webinar dengan moderator Ketua Umum AMKI Hermawan Kresno Dipojono itu, Menag menegaskan bahwa Kementerian Agama memiliki concern yang sangat besar terhadap peran masjid di Indonesia.

Pemberdayaan masjid, lanjut Menag, adalah isu penting yang setiap tahunnya terus mendapat perhatian lebih.

Pemerintah bahkan telah menjadikan masjid ini sebagai isu strategis bersama isu lainnya, seperti layanan haji, sertifikasi halal, pesantren, madrasah dan bimbingan pra nikah.

“Ini adalah momentum kita bersama. Bahwa masjid masa kini adalah media pemantapan spiritual dan sosial-kebangsaan yang beriringan. Masjid tidak lagi dapat dipisahkan dari peran sosialnya. Masjid kini harus berada di garis terdepan dalam pembangunan bangsa,” ungkap Menag, dilansir Kemenag.

Selain Menag, turut menjadi pembicara dalam webinar yang diikuti marbot masjid kampus se-Indonesia, para tokoh agama dan pimpinan ormas yakni Ketua Umum ICMI periode 2015-2020 Prof.Jimly Asshiddiqie.

Webinar Nasional AMKI 2020 ini mengusung tema “Peran Masjid Kampus Dalam Mengembangkan Sumber Daya Insani Berwawasan Iptek, Imtak dan Kebangsaan”.

Menag dalam kesempatan ini memberikan pesan khusus kepada masjid kampus. Menurutnya, sebagai bagian dari masyarakat akademis yang ditempa berbagai khazanah pemikiran dan keilmuan, maka masjid-masjid kampus sudah saatnya tak sekedar mengisi daftar masjid dalam database pemerintah. Namun harus dapat juga menjadi pembeda dalam arus perubahan dengan menerapkan integrasi ketakwaan dan iptek sebagai identitasnya.

“Peran masjid kampus dalam mengembangkan sumber daya insani berwawasan Iptek, Imtak dan kebangsaan adalah isu yang harus segera kita sebarluaskan. Lahirkan lebih banyak lagi ide-ide perubahan dari pojok-pojok masjid, sebagaimana dahulu para ilmuwan muslim, seperti Ibnu Rusydi, Ibnu Sina, Al-Farabi dan lainnya lahir dan mewarnai dunia dengan berbagai penemuan ilmiahnya,” tutup Menag. (**)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here