Tak Pernah Kalah, Presiden UFC: Perlu Dibuat Patung Khabib Nurmagomedov

124

Abu Dhabi, Muslim Obsession – Khabib Nurmagomedov mencetak sejarah sebagai petarung bebas kelas ringan yang tak terkalahkan. Bahkan saat menutup kariernya di UFC, ia mampu meraih nilai sempurna dengan mengalahkan Justin Gaethje pada UFC 254 di Fight Island, Abu Dhabi, Ahad (25/10) dini hari.

Khabib melakukan triangle choke yang membuat Justin Gaethje tak berdaya. Khabib mampu mempertahankan sabuk juara kelas ringan plus punya rekor kemenangan 29-0 alis tak pernah kalah!

The Eagle’ menghempaskan ‘The Highlight’ di ronde kedua. Karena rekor tak terkalahkan itu, Presiden UFC, Dana White sampai bilang harus membuat patungnya untuk mengenang atau mengabadikan prestasi Khabib.

Presiden UFC, Dana White begitu melemparkan pujian kepada Khabib Nurmagomedov. Baginya, begitu beruntung para pecinta tarung bebas bisa menyaksikan pertandingan terakhir Khabib.

“Khabib seperti bukan Khabib yang biasanya. Dari cara dia berjalan, berat nafasnya, dan semuanya, wow. Kita semua adalah orang-orang yang beruntung bisa menyaksikan pertandingan terakhirnya,” ujar Dana White.

“Khabib Nurmagomedov begitu luar biasa. Di ronde pertama dia nyaris menyelesaikannya dan di ronde kedua dia terus menekan lalu melakukan triangle choke. Dia tak pernah kalah di setiap rondenya, luar biasa,” lanjutnya.

Khabib Nurmagomedov sendiri sebenarnya masih dirundung duka. Tak ayal, Juli kemarin sang ayah tercinta Abdulmanap Nurmagomedov meninggal dunia akibat penyakit jantung.

Khabib begitu emosional kala pertandingan selesai, Khabib sampai bersimpuh dan menangis. “Setelah apa yang terjadi kepada ayahnya, dia masih bisa melakukan ini semua,” ujar Dana.

Dana White menambahkan, Khabib Nurmagomedov layak diberi titel petarung UFC terbaik sepanjang masa. Khabib begitu berbahaya di dalam octagon, serta begitu merendah di luar octagon.

“Dia pantas mendapatkan gelar petarung pound-for-pound terbaik. Sungguh, dia pantas menyandang status GOAT (Greatest of all time),” kata Dana White.

“Kami harus membuat patungnya,” tutup Dana. (Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here