Tak Hanya Nikmat, Kopi Punya Sejarah Dahsyat!

195
Kopi (Foto: The Independent)

Muslim Obsession – Hampir semua orang tidak asing lagi dengan minuman yang memiliki cita rasa khas seperti kopi. Terutama bagi pecinta kopi, mereka selalu peka dan sensitif terhadap rasa dan aromanya.

Minuman yang satu ini, selalu menjadi candu bagi para penikmatnya. Namun tahukah Anda? Di balik kenikmatannya, kopi ternyata memiliki sejarah panjang!

Sejarah mencatat tanaman kopi berasal dari Abyssinia. Pada mulanya, kopi dipopulerkan sebagai minuman penyegar oleh orang-orang Arab. Sedangkan bijinya, menjadi komoditas komersial setelah dibawa oleh para pedagang Arab ke Yaman.

Di awal tahun 1600-an, para pedagang di Venesia membeli kopi dari pelabuhan Mocha di Yaman. Dari tempat ini lah kemudian menyebar ke daerah Eropa lainnya. Lalu, pada tahun 1668, kopi mulai menyeberang samudera Atlantik dan tiba di New York, yang kala itu masih menjadi koloni Belanda.

Memasuki abad ke-17, orang-orang Eropa mulai mengembangkan perkebunan kopi sendiri. Namun, iklim di Eropa tidak cocok untuk tanaman kopi. Selanjutnya, mereka mencoba membudidayakan tanaman tersebut di daerah jajahannya. Upayanya berhasil, orang-orang Eropa mampu menggeser dominasi bangsa Arab dalam memproduksi kopi.

Dokumen tertulis yang paling tua tentang kopi ditemukan dalam catatan Ar-Razi (850-922) seorang ilmuwan muslim yang juga ahli kedokteran. Dia menyebut suatu minuman yang ciri-cirinya mirip kopi dengan sebutan bunshum.

Catatan ini diperkuat oleh seorang ahli kedokteran setelahnya, Ibnu Sina (980-1037 ), yang menggambarkan sesuatu biji yang bisa diseduh dan berkhasiat menyembuhkan salah satu penyakit perut. Semua keterangan yang diberikan Ibnu Sina merujuk pada ciri-ciri kopi. Dia menyebut minuman tersebut dengan bunshum dan bijinya dengan nama bun.

Di samping itu, kopi menjadi komoditas ekonomi penting di dunia islam. Minuman ini sangat populer di kalangan para peziarah di kota Makkah. Mereka meminum kopi untuk tetap terjaga ketika beribadah di malam hari. Meskipun, pernah beberapa dinyatakan kopi adalah minuman terlarang.

Namun, popularitas kopi semakin meluas di masa kekhalifahan Turki Ustmani. Diceritakan, minuman kopi menjadi sajian utama di setiap perayaan di Istanbul.

Di Indonesia sendiri, sejarah kopi dimulai pada tahun 1696. Ketika Belanda membawa kopi dari Malabar, India, ke tanah Jawa. Mereka membudidayakan tanaman kopi tersebut di sebuah perkebunan yang terletak dekat Batavia. Namun, upaya ini gagal kerena tanaman tersebut rusak oleh gempa bumi dan banjir.

Upaya kedua, dilakukan pada tahun 1699 dengan mendatangkan stek pohon kopi dari Malabar. Pada tahun 1706, sampel kopi yang dihasilkan dari tanaman di Jawa dikirim ke negeri Belanda untuk diteliti di Kebun Raya Amsterdam. Hasilnya sukses besar, kopi yang dihasilkan memiliki kualitas yang sangat baik.

Selanjutnya, tanaman kopi ini dijadikan bibit bagi seluruh perkebunan yang dikembangkan di Indonesia. Belanda pun memperluas areal budidaya kopi ke Sumatera, Sulawesi, Bali, Timor dan pulau-pulau lainnya di Indonesia.

Sayangnya, pada tahun 1878 terjadi tragedi yang memilukan. Hampir seluruh perkebunan kopi yang ada di Indonesia, terutama di dataran rendah rusak terserang penyakit karat daun atau Hemileia vastatrix (HV). Kala itu semua tanaman kopi yang ada di Indonesia merupakan jenis Arabika (Coffea arabica).

Sampai beberapa tahun lamanya, kopi liberika menggantikan kopi arabika di perkebunan dataran rendah. Di pasar Eropa, kopi liberika saat itu dihargai sama dengan kopi arabika.

Namun, rupanya tanaman kopi liberika juga mengalami hal yang sama, rusak terserang karat daun. Kemudian, pada tahun 1907 Belanda mendatangkan spesies lain, yakni kopi robusta (Coffea canephora). Usaha kali ini berhasil, hingga saat ini perkebunan-perkebunan kopi robusta yang ada di dataran rendah bisa bertahan.

Lalu, pasca kemerdekaan Indonesia tahun 1945, seluruh perkebunan kopi Belanda yang ada di Indonesia dinasionalisasi. Sejak itu lah Belanda tidak lagi menjadi pemasok kopi dunia. (Imas)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here