Tak Ada Etika Bersosmed, Berikut Pesan Pimpinan Muhammadiyah di Tahun Politik

447
Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir (Foto: Muhammadiyah)

Jakarta, Muslim Obsession – Memasuki tahun politik, pertarungan isu di sosial media tak terelakan lagi. Etika bersosmed tak lagi diindahkan. Kedua kubu saling berlomba meraih trending dengan berbagai topik sensasional untuk membela capres-cawapres pilihannya masing-masing.

Kondisi tersebut cukup meresahkan dan disayangkan oleh banyak pihak. Karena itu, Ketum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, mengajak semua elemen bangsa khususnya Muhammadiyah untuk menjaga etika bersosmed selama tahun politik 2019 ini, dengan tidak menyebar berita tidak benar yang bisa meresahkan masyarakat.

Lewat tweet-nya, Haedar mengutip pandangan Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Bidang Pustaka dan Informasi, Dadang Kahmad terkait etika bersosmed yang harus dikedepankan oleh seluruh warganet.

Menurutnya, setidaknya ada lima etika yang harus diperhatikan dalam bersosmed di era politik tahun 2019 ini, yaitu

Pertama, seluruh warga bangsa, khususnya warga Muhammadiyab agar semakin cerdas, dewasa, bijak dan beretika mulia dalam bermedia sosial.

Kedua, Walaupun pilihan politik berbeda, tidak menebar pertentangan dan permusuhan satu sama lain.

Ketiga, warga Muhammadiyah harus paham prinsip kepribadian dan khittah Muhammadiyah agar tidak terbawa arus politik praktis, apalagi yang menebarkan benih konflik.

Keempat, anggota dan kader Muhammadiyah harus menunjukkan rasa memiliki Muhammadiyah. Jangan karena perbedaan politik malah menegatifkan Muhammadiyah.

Kelima, warga Muhammadiyah jangan mempertentangkan Islam dengan Muhammadiyah dan perjuangan Umat Islam dan Muhammadiyah. Apalagi sampai menimbulkan kesan seolah Muhammadiyah menyempal dari perjuangan Islam.

Meskipun tiga poin terakhir lebih dikhususkan kepada warga Muhammadiyah, hal tersebut juga berlaku untuk semua golongan yang berada dalam agama Islam. Agar tidak saling menjatuhkan dan membenci sesama umat Islam karena perbedaan politik. Mari menjadikan era politik di tahun 2019 menjadi pesta demokrasi yang damai dan sehat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here