Tahun Baru Islam, Menpar Sebut Semangat Baru Bagi Pariwisata Indonesia

321
Menpar Arief Yahya (Foto: Edwin Budiarso)

Jakarta, Muslim Obsession – Umat Islam di seluruh dunia akan menyambut tahun baru hijriyah. Berdasarkan kalender Masehi saat ini, 1 Muharram 1440 H sebagai tanda tahun baru Islam 2018 jatuh pada Selasa, 11 September 2018.

Bagi Kementerian Pariwisata, 1 Muharram banyak artinya karena selalu disambut dengan pagelaran festival untuk menyambut tahun baru Islam. Seperti di Bengkulu, Kemenpar mempunyai cara sendiri untuk menyambut 1 Muharram dengan menggelar festival Tabot. Rangkaian acara bakal berlangsung 10-20 September di Bengkulu.

“1 Muharram adalah tahun baru (Islam-red), semangat baru. Bagi pariwisata, tahun baru Islam banyak artinya. Baru kemarin saya meluncurkan festival Tabot di Bengkulu, kalau di Sumatera Barat disebut festival Tabuik yang dilakukan setiap 1 Muharram,” kata Menteri Pariwisata, Arief Yahya saat ditemui Muslim Obsession, Kamis (6/9/2018).

Arief berharap tanggal 1 Muharram bisa membawa semangat baru bagi pariwisata Indonesia terutama wisata religi dan wisata halal yang ada di Indonesia, mengingat Indonesia memiliki banyak tempat destinasi indah yang dapat menarik wisatawan mancanegara.

“Saya ingin mengatakan gini, banyak sekali festival-festival religi yang dilakukan pada tanggal satu muharram, nah diharapkan ini akan membawa semangat baru juga di pariwisata terutama wisata religi atau atau wisata halal di indonesia,” ungkapnya.

Sebagai informasi, tahun baru Islam merupakan hari yang bersejarah bagi umat Islam di seluruh dunia. Pada awalnya, tahun baru Islam digunakan untuk memperingati peristiwa hijrah Nabi Muhammad Saw dari Kota Mekkah ke Madinah pada 622 Masehi.

Sejarah tahun baru Islam bermula dari kebingungan umat Islam pada masa itu dalam menentukan tahun. Pada zaman sebelum Nabi Muhammad Saw, orang-orang Arab tidak menggunakan tahun untuk menandai suatu peristiwa.

Atas usulan dari Ali bin Abi Thalib, kalender Hijriyah Islam dimulai dari peristiwa hijrah Nabi Muhammad dari Mekkah ke Madinah. Atas usulan dari Ali bin Abi Thalib inilah, akhirnya sejarah kalender Islam untuk pertama kali dibuat. (Bal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here