Tahun 2020, Kemenag Fokus Sukseskan Delapan Sasaran Strategis

1452

Makassar, Muslim Obsession –  Mulai tahun depan, Kementerian Agama akan fokus mensukseskan delapan sasaran strategis sesuai rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN) 2020-2024.

Hal tersebut disampaikan Sekjen Kemenag M Nur Kholis Setiawan, mengingat Kemenag adalah kementerian dengan satuan kerja (satker) terbesar di Indonesia, bahkan dunia

Menurutnya, sasaran strategis pertama, merawat kebersamaan di tengah-tengah keragaman dan perbedaan. Kedua, meningkatkan harmoni sosial dari kerukunan umat beragama.

“Kerangka harmoni kerukunan yang terus dilakukan ini bukannya tanpa sebab. Jika paham keagamaan seseorang makin baik, maka akan berdampak pada kehidupan yang rukun dan harmonis di tengah-tengah perbedaan dan keragaman,” kata Setiawan, seperti dikutip dari Kemenag, Sabtu (16/11/2019).

Sasaran strategis ketiga, lanjut mantan orang nomor satu di Irjen Kemenag RI ini adalah meningkatnya kualitas layanan pada umat beragama.

“Melayani umat beragama mengalami perubahan dari waktu ke waktu sesuai dengan dinamika tantangan zaman. Perbedaan tingkatan generasi akan berpengaruh pada cara pandang keagamaan dan praktik beragama. Oleh karena itu, diperlukan inovasi untuk bisa melayani umat beragama dengan lebih baik,” ujarnya.

Sasaran strategis keempat, adalah meningkatkan akses pendidikan agama dan keagamaan.

“Pemahaman keagamaan dan harmonisasi keagamaan tidak akan lebih baik, jika pendidikan agama dan keagamaan tidak dikembangkan. Kehadiran pesantren misalnya, memiliki fungsi pendidikan, dakwah dan pemberdayaan umat,” jelasnya.

Adapun strategis kelima adalah meningkatkan kualitas pendidikan agama dan keagamaan. Poin keenam yang menjadi sasaran strategis adalah peningkatan kualitas tata kelola pembangunan di bidang agama.

Sasaran strategi ketujuh adalah pengarusutamaan moderasi beragama. Menurut dia, terdapat 5 indikator seseorang dinilai moderat dalam beragama, yakni: terbuka, mengedepankan nalar, sadar akan keterbatasan diri, tawadhu (rendah hati) dan senantiasa berfikir untuk kemaslahatan umat.

Terakhir, sasaran strategis ke delapan adalah meningkatkan potensi pemberdayaan ekonomi umat. “Salah satunya pemanfaatan potensi zakat untuk kesejahteraan umat. Karena, jika masyarakat belum sejahtera, maka akan sangat mudah diorganisir dan dimanfaatkan orang yang tidak bertanggungjawab,” pungkasnya. (Way)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here