Tahun 2019 Bimas Islam akan Didik 680 Mubaligh Muda

737
Kegiatan Penyusunan Regulasi Dakwah (Foto: Bimas Islam)

Depok, Muslim Obsession – Ditjen Bimas Islam akan mengkader sebanyak 680 mubaligh-mubalighah muda pada tahun 2019. Pengkaderan terhadap para pendakwah ini bertujuan untuk memunculkan para da’i atau da’iyah handal yang dapat menyiarkan dakwah Islam sebagai rahmat bagi semesta alam.

Dirjen Bimas Islam Muhammadiyah Amin mengatakan, program pengkaderan da’i dari seluruh Indonesia tersebut telah disetujui oleh DPR.

“Program ini telah disetujui DPR. Jumlahnya sebanyak 680 orang pendakwah dari seluruh Indonesia, di mana tiap provinsi akan mengirim 20 nama. Anggaran pengkaderan mubaligh ini dialokasikan di Ditjen Bimas Islam pusat,” ujar Dirjen saat membuka Kegiatan Penyusunan Regulasi Dakwah, di Hotel Bumi Wiyata, Depok, Jawa Barat, Ahad (25/11/2018).

Meski demikian, Dirjen mengatakan tak masalah jika ada pemerintah daerah menginginkan jumlah mubaligh yang mendapat pengkaderan lebih dari 20 orang.

“Hanya saja untuk penambahan (jumlah pendakwah) lebih dari 20 orang itu anggarannya dialokasikan di masing-masing pemda,” katanya seperti dikutip dari rilis Bimas Islam, Senin (26/11/2018).

Terkait hal itu, Dirjen berpesan agar petunjuk teknis (Juknis) bagi kegiatan tersebut dapat segera disusun agar dapat dijadikan pedoman.

“Semua program harus ada regulasinya. Saya mengapresiasi kegiatan ini dan berharap Juknisnya segera disusun, sehingga awal 2019 proses pengkaderan sudah bisa dimulai,” harap Dirjen.

Kegiatan Penyusunan Regulasi Dakwah digelar Direktorat Penerangan Agama Islam, di Hotel Bumi Wiyata Depok selama tiga hari sejak 25 hingga 27 November 2018. Kegiatan ini diikuti oleh 40 orang, terdiri dari utusan bidang Penaiszawa Kanwil DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten, para Penyuluh Agama Islam, serta para praktisi dakwah.

Selain Dirjen Bimas Islam, narasumber yang dihadirkan antara lain Direktur Penerangan Agama Islam, Sekretaris Ditjen Bimas Islam, Kabag Perencanaan, Kabag Ortapeghum, Kasubdit Dakwah dan HBI, serta akademisi dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. (Vina)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here