Tahukah Anda? Ada Lima Nama Lain Bulan Rajab

342
Rajab (Ilustrasi)

Muslim Obsession – Sebelum sampai ke bulan suci Ramadhan, dalam kalender Islam, umat Muslim harus melewati bulan Rajab.

Di kalangan masyarakat Muslim, bulan Rajab termasuk bulan yang istimewa. Banyak kegiatan keagamaan yang dilaksanakan secara meriah pada bulan ini.

Bahkan di kalangan masyarakat Muslim Indonesia, banyak kegiatan keagamaan yang diadakan secara besar-besaran, seperti merayakan Isra’ dan Mi’raj Nabi Saw, berpuasa hingga sebulan penuh, mengadakan khataman kitab secara berjemaah, dan lainnya.

Ini menunjukkan bahwa bulan Rajab adalah bulan yang sangat mulia di kalangan masyarakat Muslim. Selain itu, dikutip dari Bincang Syariah, ada nama-nama lain dari bulan Rajab yang menambah kemuliaan bulan ini dalam Islam.

Pertama, bulan Rajab disebut dengan syahrullah atau bulan milik Allah.

Kedua, bulan Rajab disebut dengan bulan istighfar. Dalam kitab Kanzun Najah was Surur, Syaikh Abdul Hamid bin Muhammad Ali Quds menyebutkan sebagai berikut;

“Ulama berkata, ‘Rajab adalah bulan istighfar, Sya’ban adalah bulan shalawat kepada Nabi Saw, dan Ramadhan adalah bulan al-Quran.”

Ketiga, bulan Rajab disebut al-Ashab. Hal ini karena pada bulan Rajab kebaikan dan keberkahan mengalir deras dari Allah.

Keempat, bulan Rajab disebut Al-Asham. Disebut demikian karena pada bulan ini masyarakat Arab berhenti berperang sehingga mereka seakan-akan tuli alias tidak mendengar bunyi pedang yang berkecamuk karena peperangan.

Kelima, bulan Rajab disebut Rajam. Disebut demikian karena pada bulan ini para setan dirajam dan dilempari sehingga mereka tidak bisa mengganggu dan menyakiti para wali Allah dan orang-orang shaleh.

Hal ini sebagaimana disebutkan oleh Syaikh Abu Bakar Syatha menjelaskan dalam kitab I’anatut Thalibin sebagai berikut;

“Rajab merupakan derivasi dari kata ‘tarjib’ yang berarti memuliakan. Masyarakat Arab zaman dahulu memuliakan Rajab melebihi bulan lainnya. Rajab biasa juga disebut ‘al-Ashab’ karena derasnya tetesan kebaikan pada bulan ini.

Ia bisa juga dipanggil ‘al-Asham’ karena tidak terdengar gemerincing senjata untuk berkelahi pada bulan ini. Boleh jadi juga disebut ‘Rajam’ karena musuh dan setan-setan itu dilempari sehingga mereka tidak jadi menyakiti para wali dan orang-orang saleh.”

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here