Suka Marah-Marah? Ternyata Ini Bahayanya Bagi Kesehatan

562
Marah (Foto: Inpsychcenter)

Jakarta, Muslim Obsession – Ketika kita marah, detak jantung, ketegangan arteri dan produksi testosteron meningkat, kortisol (hormon stres) berkurang, dan belahan otak kiri menjadi lebih terstimulasi.

Ini ditunjukkan oleh penyelidikan baru yang dipimpin oleh para ilmuwan dari Universitas Valencia (UV) yang menganalisis perubahan respons aktivasi kardiovaskular, hormon, dan asimetris otak ketika kita marah.

“Mendorong emosi menghasilkan perubahan besar dalam sistem saraf otonom, yang mengontrol respons kardiovaskular, dan juga dalam sistem endokrin. Selain itu, perubahan dalam aktivitas otak juga terjadi, terutama di lobus frontal dan temporal”, Neus Herrero, penulis utama studi dan peneliti di UV, menjelaskan kepada SINC.

Dikutip dari Medical News Today, Kamis (26/12/2019) para peneliti menginduksi kemarahan pada 30 pria menggunakan versi yang telah diadaptasi ke Spanyol dari prosedur “Induksi Kemarahan” (AI), yang terdiri dari 50 frase pada orang pertama yang mencerminkan situasi sehari-hari yang memicu kemarahan.

Sebelum dan segera setelah dorongan kemarahan mereka mengukur detak jantung dan tekanan arteri, tingkat testosteron dan kortisol, dan aktivasi otak yang asimetris (menggunakan teknik mendengarkan dikotika), keadaan pikiran umum dan pengalaman subyektif dari pengalaman. emosi kemarahan.

Hasilnya, yang diterbitkan dalam jurnal Hormones and Behavior, mengungkapkan bahwa kemarahan memprovokasi perubahan besar dalam keadaan pikiran subjek bahwa mereka merasa marah dan memiliki lebih banyak pikiran negatif dan dalam berbagai parameter psikobiologis. Ada peningkatan denyut jantung, ketegangan arteri dan testosteron, tetapi tingkat kortisol menurun.

Selain itu, berikut sejumlah dampak buruk marah bagi kesehatan:

Sakit kepala

Orang yang suka marah-marah biasanya sering mengeluh sakit kepala. Sebab terlalu emosional meningkatkan tekanan darah di kepala. Pantas jika marah-marah memicu pusing atau migrain.

Jangan heran jika tiba-tiba sakit kepala muncul saat marah-marah. Otot-otot yang tegang dan juga perubahan bahan kimia di otak saat marah bisa menjadi pemicu sakit kepala.

Masalah pencernaan

Efek dari kemarahan ternyata sampai menganggu sistem pencernaan. Mengapa? Hal ini disebabkan, karena sistem tubuh akan berhenti seketika saat sedang marah.

Saat marah, kadar asam lambung bisa meningkat. Dari situ, berbagai gangguan pencernaan pun muncul. Mulai dari refluks asam, maag, atau sembelit

Tekanan darah tinggi

Tubuh perlu menjaga tekanan darah dalam kondisi normal agar tidak memicu masalah kesehatan lainnya.

Nah, saat marah, tubuh menjadi tegang, sehingga bisa memicu tekanan darah tinggi. Dampak tekanan darah tinggi bisa berujung pada penyakit stroke. Jangan suka marah-marah jika tak ingin terkena tekanan darah tinggi.

Serangan jantung

Mudah marah menimbulkan stres. Hal ini bisa meningkatkan risiko penyakit jantung. Bahkan penelitian sudah membuktikan kalau orang yang mudah marah cenderung terkena serangan jantung.

Serangan jantung kerap terjadi ketika seseorang sedang marah atau meluapkan segala emosinya.

Berdasarkan penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam The European Heart Journal Acute Cardiovascular Care, orang yang marah secara intens akan meningkatkan risiko sampai 8,5 kali terkena serangan jantung

Depresi

Seperti yang sudah disebutkan, mudah marah berkaitan dengan stres. Ketika pikiran sudah terserang oleh stres dan depresi, tubuh pun rentan terkena berbagai macam penyakit.

Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa orang-orang yang sering marah, dalam jangka panjang akan berisiko mengalami depresi. Untuk itu, kelolalah emosi dengan baik.

(Vina – Berbagai sumber)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here