Sudahkah Anda Bahagia?

1677

Empat Unsur Mencapai Bahagia

Setiap manusia memiliki potensi agar ia terhindar dari kategori orang-orang yang merugi. Melalui Al-Qur’an, Allah Swt. memberikan petunjuk agar manusia berada pada kelompok Sa’idun fid Dunya wa Sa’idun fil Akhirah, yaitu kelompok orang-orang yang mendapat keberuntungan di dunia dan di akhirat. Ada empat unsur yang harus dipenuhi agar kita masuk ke dalam kelompok tersebut. Allah Swt. menjabarkannya dalam QS. Al-Ashr.

Pertama, Allah Swt. menjanjikan bagi siapapun yang memiliki keimanan yang mantap akan terhindar dari kerugian di dunia dan di akhirat. Inilah landasan bagi orang-orang yang ingin meraih kesuksesan dan kebahagiaan. Dengan keimanan yang dimilikinya, setiap orang tidak hanya akan memuliakan Allah Swt., tetapi juga menghormati setiap makhluk-Nya. Ia akan tampil dengan kepribadian agung yang disukai dan dihormati sesamanya.

Unsur yang kedua adalah berbuat kebaikan (amal saleh). Orang yang beriman akan mudah tergerak hatinya untuk melakukan kebaikan karena amal saleh merupakan manisfestasi dari iman yang terpancar dari jiwa seseorang. Amal saleh merupakan buah dari iman. Keimanan yang dimilikinya senantiasa menjadi pengendali gerak perbuatan seseorang sesuai dengan aturan main yang ditetapkan oleh Allah Swt.

Ketiga adalah saling menasihati dalam kebenaran. Jika unsur pertama dan kedua berlaku untuk dilaksanakan oleh individu, maka unsur yang ketiga mengajarkan kepada setiap orang agar saling mengingatkan dan berpesan antar sesamanya dalam kebenaran. Unsur ketiga ini penting dalam membangun relasi sosial. Jika seseorang mampu mengaktifkan unsur ini, maka ia akan dikelilingi pancaran kebahagiaan yang datang dari beragam penjuru; tidak hanya dari dalam dirinya melainkan dari setiap orang yang dikasihinya. Dengan cara ini pula akan terealisasi persatuan dan kesatuan serta semangat ukhuwah Islamiyah yang dilandasi oleh kebenaran.

Ketiga unsur di atas harus berjalan secara konsisten dan terjaga kualitasnya agar kebahagiaan terus diraih. Ini memang tidak mudah. Dibutuhkan unsur keempat, yakni kesabaran. Dalam kenyataannya, banyak sekali ganjalan dan kendala menuju hidup sukses; baik yang berasal dari internal maupun yang datang dari eksternal. Apakah kendala itu berkait dengan masalah pribadi, atau berhubungan dengan problema masyarakat. Semua itu akan bisa dipecahkan jika dihadapi dengan penuh kesabaran dan ketabahan.

Sejatinya, keberhasilan dan kegagalan seseorang itu sesungguhnya sangat bergantung pada kegigihan, kedisiplinan dan kekuatan karakternya, yang didukung rahmat, karunia dan petunjuk Allah Swt. Ketika semua ikhtiar telah dilakukan dengan maksimal, maka kita boleh berharap bahwa Allah ‘Azza wa Jalla mengabulkan harapan kita untuk sukses di dunia dan di akhirat. Allah ‘Azza wa Jalla berfirman, “Dan bahwa seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya,” (QS. An-Najm: 39).

Wallahu A’lam bish Shawab.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here