Sudah Menikah Masih Selingkuh, Buya Yahya: Hina dan Rendah

708
Buya Yahya.

Jakarta, Muslim Obsession – Menikah adalah cara Islam yang sudah diatur sedemikian rupa untuk mencegah dari perbuatan tercela dengan para pasangannya. Karena Islam sangat mengharamkan perbuatan zina. Untuk itu bagi pasangan yang sudah menjalin hubungan agar disarankan menikah.

Bagi yang sudah menikah, maka satu sama lain wajib menjaga hubungan itu agar tetap harmonis, dan taat terhadap ajaran agama. Jangan sampai satu saa lain menghianati janji suci dengan berselingkuh, karena itu sama merusak pernikahan.

Perselingkuhan yang terjadi dalam sebuah pernikahan, dinilai sangat terkutuk bagi yang melakukannya. Sebab, ia sudah memiliki hal yang halal dari pasangan yang menikahinya namun memilih melakukan hal yang haram dengan selingkuh.

“Punya yang halal, dia masih melakukan yang haram. Dia terkutuk. Rendah harga dirinya. Punya suami yang halal tahunya dia masih lakukan hal yang haram. Takutlah pada Allah,” tegas Buya Yahya dalam sebuah video singkat di YouTube.

Dosa perselingkuhan, diibaratkan Buya Yahya sebagai bentuk durhaka anak pada orangtuanya. Sebab, kehinaan paling rendah akan pengkhianatan akan sangat buruk nilainya di mata Allah.

“Hina dan hina. Tidak ada kebaikan. Kalau ada anak durhaka pada ibunya, terputus kebaikan di dunia dan akhiratnya. Durhakanya seorang istri kepada suami melebihi durhaka anak ke ibunya. Khianat. Rendah. Zina selingkuh,” tutur Buya Yahya.

Meski begitu, Buya Yahya menuturkan, Islam masih membuka pintu maaf bagi mereka yang melakukan perselingkuhan. Tetapi, pasangan yang menerima kesalahan tersebut juga harus memahami konsekuensinya.

“Jika terbukti selingkuh dengan pengakuannya, pilihan ada 2. Jika bisa mendidik, bisa simpan aib itu, hebat. Tapi kalau tidak mampu, takut emosi lalu terungkap aibnya, maka cerailah tanpa sebut sebabnya. Haram menceritakan ke orang lain,” jawab Buya Yahya.

Lebih dalam, Buya Yahya menjelaskan bahwa perselingkuhan merupakan bentuk musibah di dalam rumah tangga. Jika suami mau dan bersedia dengan ikhlas menutupi aib istri, maka Allah akan mengangkat derajatnya.

“Angkat derajat diri dengan menutup aib istri. Kasihan dia wanita rendah. Anda terus nasehati dan berjanji tidak mengulangi,” kata dia.

Buya Yahya berharap, tiap pasangan akan selalu mengingat Allah agar bisa terlepas dari jurang kemaksiatan dalam zina.

“Perzinaan adalah rendah dan hina. Ada pintu halal kenapa berzina. Ada pernikahan. Maka permudahlah pernikahan. Tidak terbayang bagi wanita mulia untuk berzina,” tuturnya. (Albar)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here