Sosok Fatima Hussein Muslim Pertama dalam Pemilihan Dewan di Brasil

103

Jakarta, Muslim Obsession – Sosok Fatima Hussein, wanita keturunan asal Palestina ini mendadak menjadi sorotan publik lantaran ia mampu terpilih untuk dicalonkan sebagai anggota dewan kota Brasil. Bagaimana tidak ada adalah seorang muslim pertama dalam sejarah yang dicalonkan sebagai anggota dewan di Kota Brasil.

Fatima menjadi ‘wajah baru’ dari Partai Demokrat dalam pemilihan dewan kota di Florianopolis. Fatima sejatinya bukanlah seorang politisi. Ia Sehari-harinya bekerja sebagai dokter gigi yang mengabdikan waktunya melayani komunitas setempat. Namun dalam pemilihan kali ini, dia akan membuat terobosan baru.

“Saya akan menjadi satu-satunya kandidat yang memakai jilbab. Kami menderita karena berita palsu di sini di Brasil, banyak yang berbahaya bagi wanita Muslim. Namun, saya percaya dewan kota akan menjadi ruang demokrasi yang nyata, di mana semua orang merasa terwakili, dan simbol-simbol Islam akan ditampilkan dan dihormati,” kata Fatima, dilansir di Middle East Monitor, belum lama ini.

Fatima meyakini, dia akan dapat menunjukkan wanita Muslim dapat belajar, memiliki pekerjaan, memiliki penghasilan sendiri, membuat keputusan, bersuara, dan bersuara kepada orang lain. Jika terpilih, dia bertujuan melawan semua jenis diskriminasi, termasuk ras, jenis kelamin, warna kulit, dan agama.

Dengan jutaan orang Palestina yang masih hidup dalam pengasingan dari tanah yang telah mereka tempati selama beberapa generasi, kisah Fatima Hussein adalah salah satu dari sekian banyak kisah yang menggambarkan pengungsi Palestina adalah contoh hidup dari kesabaran dan, dalam banyak kasus, sukses. Baik trauma pengasingan maupun rasa sakit kehilangan tidak mematahkan semangat mereka. Sebaliknya, pengalaman kolektif justru membuat mereka semakin kuat.

Fatima merasa menjadi seorang wanita dalam politik adalah tantangan tersendiri. Namun, bagi Fatima tidak hanya itu. Ia menjadi seorang Muslim, Palestina, seorang dokter gigi dan seorang ibu, semua peran yang dijalankan oleh Fatima Hussein dalam masyarakat.

Brasil adalah negara terbesar kelima di dunia, dan memiliki populasi Katolik Roma terbesar. Dia sangat percaya ketika seorang wanita memiliki keyakinan di dalam hatinya dan bertekad, dia dapat mencapai apa pun yang dia inginkan, terlepas dari semua tantangan dan perpecahan di masyarakat. Bagaimanapun, Fatima adalah orang Palestina kelahiran Brasil.

Semua penduduk desa terusir dan desa dihancurkan. Ketika itu terjadi, saudara laki-lakinya mencari perlindungan di Brasil dan bergabung dengan ayah mereka.

“Saya lahir di Tubarao, sebuah kota di Negara Bagian Santa Catarina di Brasil, tempat saya tinggal sepanjang masa kecil saya. Di masa remaja, saya pindah ke ibu kota negara bagian, Florianopolis, bersama orang tua saya,” ujar Fatima.

Fatima belajar kedokteran gigi di Universitas Federal Santa Catarina dan meraih gelar masternya di sana. Sejak 2000, dia bekerja di klinik gigi pribadinya.

“Saya percaya senyuman adalah alat ekspresi kita yang paling penting, dan kejahatan terburuk adalah mencuri senyuman seseorang. Kita bisa bahagia jika kita membuat orang lain bahagia,” katanya.

Merupakan takdir setiap orang Palestina untuk membawa tanah airnya bersama mereka dalam diaspora. Fatima Hussein tidak terkecuali. Sebagai putri imigran, dia belajar sukses di tempat yang bukan miliknya adalah salah satu tantangan terbesar dalam hidup.

“Saya tahu persis apa itu mengatasi semua rintangan dan menang ketika hidup memberi saya hanya satu pilihan,” kata dia. (Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here